digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Arfianto Fendy Pratama
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Arfianto Fendy Pratama
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Arfianto Fendy Pratama
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Arfianto Fendy Pratama
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Arfianto Fendy Pratama
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Arfianto Fendy Pratama
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 6 Arfianto Fendy Pratama
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 7 Arfianto Fendy Pratama
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Arfianto Fendy Pratama
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

Turbin gas yang digunakan dalam suatu industri, terutama untuk pembangkitan tenaga, harus dapat bekerja seoptimal dan seefisien mungkin. Oleh karena itu, tingkat kehandalan dan ketersediaan turbin gas harus tinggi. GTG Kujang 1B sebelumnya mengalami kegagalan pada tahun 2009 yang diakibatkan nozzle turbin tingkat pertama mengalami creep-low cycle fatigue. Kegagalan pada tahun 2013 mempunyai modus serupa sehingga diperlukan analisis kegagalan yang lebih mendalam sehingga penyebab dasarnya pada turbin gas sehingga kegagalan serupa dapat dicegah di masa mendatang. Untuk mengetahui apakah pengoperasian dan perawatan Gas Turbine Generator (GTG) Kujang 1B berjalan dengan baik atau tidak dilakukan analisis kehandalan. Sebelum dilakukan perhitungan parameter-parameter kehandalan, data downtime GTG diklasifikasikan ke dalam dua jenis waktu (shutdown time dan breakdown time). Hal ini bertujuan untuk mendapatkan hasil perhitungan yang lebih akurat. Analisis termodinamika dilakukan untuk mendapatkan parameterparameter prestasi GTG Kujang 1B, khususnya turbine inlet temperatur (TIT) dan proses pembakaran. Hasil perhitungan ini digunakan untuk membantu dalam melakukan analisis kegagalan GTG tersebut. Kegagalan GTG disebabkan oleh kerusakan yang terjadi pada nozzle turbin tingkat pertama. Nozzle ini mengalami creep akibat gas hasil pembakaran mengalir dengan temperatur yang relatif tinggi secara terus-menerus dalam jangka panjang. Serpihan yang lepas akibat melemahnya kekuatan material menyebabkan FOD (Foreign Object Damaged) pada tingkat turbin yang lebih rendah.