Teknik Airborne LIDAR atau ALS memberikan efisiensi dalam akuisisi data untuk memenuhi kebutuhan data DEM/DTM yang sangat akurat dalam area yang luas untuk keperluan teknik sipil, perencanaan, maupun lingkungan. Kelemahannya, LIDAR kurang memberikan detail planimetrik dibandingkan foto udara. Foto udara beresolusi tinggi memiliki kelebihan dalam memberikan informasi detail planimetrik yang lebih banyak di permukaan tanah. Untuk keperluan teknik yang memerlukan detail yang lengkap dengan akurasi tinggi diperlukan kombinasi dari data LIDAR dan foto udara.
Metode integrasi data LIDAR dan fotogrametri dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengekstraksi citra intensitas dan data elevasi LIDAR untuk pengukuran titik kontrol tanah (TKT) pada proses triangulasi udara fotogrametri. Registrasi data LIDAR dengan data fotogrametri, melakukan proses triangulasi udara foto udara dari data titik kontrol tanah hasil ekstraksi data LIDAR. Kemudian melakukan pengujian hasil triangulasi udara foto udara tersebut untuk pemetaan skala 1:1000.
Perpustakaan Digital ITB