digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Peningkatan perolehan minyak lanjut diperlukan untuk mengatasi penurunan produksi yang didominasi lapangan tua. Pada metode kimia, surfaktan berperan dalam menurunkan tegangan antarmuka dan mengubah kebasahan batuan dan nanoteknologi membantu meningkatkan kedua mekanisme tersebut. Kombinasi surfaktan dan nanopartikel telah dilaporkan efektif, namun performanya masih bergantung pada stabilitas larutan. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh nanopartikel titanium dioksida (25 – 100 ppm) terhadap kinerja surfaktan alkil etoksi karboksilat (1,25 %b/b) dan alkil eter karboksilat + POE alkil eter (0,85 %b/b) pada salinitas 8.000 ppm melalui karakterisasi larutan dengan pengujian pH dan konduktivitas larutan serta potensial zeta, diikuti dengan uji tegangan antarmuka dan sudut kontak. Muatan permukaan batuan Berea-brine juga diukur untuk merepresentasikan kondisi permukaan batuan Berea, dan uji core flooding dilakukan untuk mengevaluasi kontribusi titanium dioksida terhadap peningkatan perolehan minyak. Hasil yang diperoleh menunjukkan penambahan titanium dioksida berhasil menurunkan tegangan antarmuka serta menurunkan sudut kontak sehingga batuan menjadi lebih water-wet. Hal ini menyebabkan perolehan minyak yang dihasilkan meningkat, dari 2,35% ROIP menjadi 3,26% ROIP pada surfaktan alkil eter karboksilat + POE alkil eter, namun menurun pada alkil etoksi karboksilat (5,65% ROIP ke 4,23% ROIP). Hal ini terjadi karena keterbatasan yang disebabkan oleh masih rendahnya stabilitas larutan surfaktan-titanium dioksida pada skala core Berea, sehingga memodifikasi pH larutan surfaktan-titanium dioksida ke kondisi yang lebih basa direkomendasikan untuk meningkatkan efektivitas titanium dioksida dalam meningkatkan perolehan minyak.