ABSTRAK David Aditama Winartha
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
BAB 1 David Aditama Winartha
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
BAB 2 David Aditama Winartha
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
BAB 3 David Aditama Winartha
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
BAB 4 David Aditama Winartha
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
BAB 5 David Aditama Winartha
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
DAFTAR David Aditama Winartha
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Dalam pengembangan fungsi kawasan perkotaan pada Pusat Kegiatan Nasional
(PKN), diarahkan sebagai pusat permukiman dengan tingkat intensitas pemanfaatan
ruang menengah hingga tinggi. Salah satu yang diatur dalam intensitas
pemanfaatan ruang adalah intensitas bangunan. Semakin tinggi intensitas
bangunan, maka akan semakin menambah bangkitan pergerakan sehingga
mempengaruhi ruang kapasitas jalan yang tersedia. Intensitas bangunan di koridor
Jalan Dr. Djunjunan Kota Bandung status jalannya merupakan jalan arteri primer
di PKN Metro Bandung belum ditentukan berdasarkan kapasitas jalan yang
tersedia. Ketentuan intensitas bangunan yang tinggi dapat menyebabkan turunnya
tingkat pelayanan jalan. Studi ini bertujuan untuk menentukan intensitas bangunan
sepanjang koridor Jalan Dr. Djunjunan Kota Bandung berdasarkan kapasitas
jalannya, sebagai bentuk pengendalian pemanfaatan ruang (zoning) dan Transport
Demand Management (TDM). Penelitian ini menggunakan kapasitas jalan (supply)
sebagai konstrain, dan demand yang diatur adalah intensitas bangunan berupa
Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui bahwa
KLB maksimum yang diterapkan dalam RDTR Kota Bandung, yang dalam Rencana
Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Bandung saat ini tidak sesuai dengan kapasitas
jalan yang tersedia. Hal tersebut terlihat dari nilai Volume per Capacity Ratio
(VCR) hasil simulasi penerapan KLB maksimum, yaitu sebesar 1,05 , sehingga
kondisi koridor Jalan Dr. Djunjunan berada pada Level of Service (LOS) F yaitu
dalam kondisi volume lalu lintas mendekati atau berada pada kapasitas arus tidak
stabil, terkadang berhenti. Agar dapat ditampung oleh kapasitas jalan, intensitas
bangunan yang diterapkan dalam RDTR Kota Bandung perlu ditinjau kembali untuk
dilakukan penyesuian, yaitu KLB yang telah ditentukan perlu diturunkan.
Perpustakaan Digital ITB