Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane merupakan sumber daya air penting bagi wilayah Bogor
dan Tangerang yang mengalami tekanan akibat perubahan tutupan lahan dan aktivitas
antropogenik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan tutupan lahan
terhadap kuantitas dan kualitas air di DAS Cisadane selama periode 2017–2024. Analisis
kuantitas air dilakukan menggunakan Soil and Water Assessment Tool (SWAT) dengan tiga
skenario tutupan lahan, yaitu Skenario-0 (kondisi eksisting/baseline), Skenario-1 (pengelolaan
berbasis konservasi), dan Skenario-2 (perubahan tutupan lahan yang didominasi kawasan
permukiman). Kualitas air dianalisis menggunakan regresi linier berganda berdasarkan
parameter Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical
Oxygen Demand (COD), dan nitrat. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan luas kawasan
permukiman sebesar 10.645,39 ha (8,50%), yang diikuti oleh penurunan tutupan hutan sebesar
4.997,9 ha (?3,99%) dan lahan pertanian sebesar 5.162,56 ha (?4,12%). Simulasi SWAT+
menunjukkan bahwa Skenario-2 menghasilkan limpasan permukaan tertinggi (1263,2 mm) dan
aliran dasar terendah (749,22 mm), yang mengindikasikan penurunan kapasitas infiltrasi DAS,
sedangkan Skenario-1 meningkatkan kontribusi aliran bawah permukaan dan air tanah. Hasil
regresi menunjukkan bahwa kawasan permukiman dan lahan pertanian berhubungan positif
dengan peningkatan beban pencemar, sedangkan tutupan hutan berperan dalam menekan
degradasi kualitas air. Temuan ini menegaskan bahwa rehabilitasi dan perlindungan hutan
terutama di bagian hulu yang memiliki kelerengan >45% dan pengendalian ekspansi
permukiman merupakan kunci untuk menurunkan limpasan pembawa pencemar sekaligus
menjaga ketersediaan aliran musim kering.
Perpustakaan Digital ITB