Knowledge karyawan sangat penting bagi sebuah organisasi terutama dalam industri pertambangan karena memberikan suatu nilai yang sangat berharga dan sulit untuk direplika. Tugas akhir ini akan fokus pada isu tingkat keluar masuk karyawan yang tinggi di PT. Freeport Indonesia (PT.FI) yang berdampak pada knowledge loss. Ruang lingkup penelitan hanya dibatasi pada area departemen Metallurgy, divisi Concentrating saja. Selama delapan tahun terkahir, departemen Metallurgy adalah depatemen yang memiliki angka rata-rata tertinggi untuk tingkat keluar masuk karyawan di seluruh departemen yang ada di PT.FI, yaitu sepanjang tahun 2007-2014 mencapai ratarata 3.25 karyawan mengundurkan diri setiap tahunnya. Keluar masuk karyawan bisa mengakibatkan ketidakmampuan organisasi untuk menjamin keberlangsungan knowledge yang dimiliki, maka tulisan ini hanya akan fokus pada bagaimana menerapkan Knowledge Management (KM) untuk mencegah terjadinya knowledge loss.
Penelitian ini terdiri dari analisis terhadap literatur yang ada dalam lingkup pengetahuan tentang KM. Pendekatan penelitian dilakukan melalui analisa studi kasus dan dalam rangka untuk menemukan dan menilai kebijakan pengetahuan secara praktek dalam konteks kehidupan nyata. Data penelitian didominasi kualitatif. Dalam desain penelitian juga meliputi metoda kuesioner dan wawancara. Analisis knowledge gap juga dilakukan untuk memahami "knowledge apa yang harus organisasi ketahui" dan "knowledge apa yang dimiliki organisasi saat ini". Sebuah gap akan terjadi ketika kebutuhan knowledge yang seharusnya dimiliki sebuah perusahaan, tidak dapat dipenuhi oleh knowledge tenaga kerja saat ini. Semakin tinggi gap yang ada maka semakin tinggi juga resiko perusahaan tidak berkinerja baik. Dengan knowledge gap maka sebuah organisasi bisa memahami jenis strategi KM apa yang harus dipilih untuk meminimalkan gap dan juga disamping itu untuk mengetahui knowledge-knowledge apa yang memiliki potensi terjadinya knowledge loss.
Penerapan rencana KM mengikuti kaidah urutan langkah-langkah diantaranya menentukan tujuan KM, penetuan strategi KM dengan mengidentifikasi kebutuhan komponen orang, proses, dan teknologi dalam rangka mencapai tujuan KM. Dengan menerapkan serangkaian strategi KM yaitu membangun budaya KM, menciptakan struktur organisasi KM, pelatihan dan pendidikan, bedah buku, membangun perpustakaan dan membuat Share Point untuk memfasilitasi writing-sharing (pembuatan modul, pengalaman troubleshooting, penulisan proyek), maka knowledge loss bisa dihindari dan pada akhirnya bisa meningkatkan kinerja department.
Perpustakaan Digital ITB