Perkembangan kafe saat ini semakin banyak dan beragam membuat para pemilik kafe memanjakan para konsumen dengan berbagai cara seperti menampilkan interior desain yang unik dan menawarkan pemandangan alam dengan langit yang berbintang, sampai dengan penataan pencahayaan yang tematik yang mendukung suasana kafe menjadi nyaman dan romantis. pencahayaan pada kafe contohnya, dapat memberikan ambience tertentu berupa kesan romantik, sendu, intim, dan lainnya sehingga memberikan suatu kepuasan visual bagi pengunjung.
Kondisi langit pada umumnya di daerah perkotaan saat ini cenderung berpolusi serta terangnya pencahayaan perkotaan mengganggu penglihatan terhadap pendaran bintang di langit yang sekarang ini sudah jarang ditemukan. Penikmat pemandangan ini harus berkendara ke daerah dataran tinggi dan menjauh dari kota hanya untuk menikmati pemandangan langit yang bersih dan berbintang. Oleh karena itu eksperimen penelitian ini bertujuan untuk menciptakan kondisi simulasi digital dengan pendekatan pencahayaan indeks warna biru yang meniru karakteristik dari pencahayaan langit malam berbintang. Simulasi tersebut dilakukan sebagai objek eksperimen untuk menguji respon persepsi romantik terhadap kondisi pencahayaan yang memberikan kesan alami. Pencahayaan malam ini disimulasikan menggunakan virtual reality, diharapkan pencahayaan artifisial dapat diimplementasikan pada ruang yang lebih luas seperti, kafe atau tempat publik lainnya.
Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah pseudo–experiment, yang bertujuan untuk memperkirakan informasi yang didapat dari eksperimen yang dilakukan dengan membagi sesi eksperimen menjadi 3 bagian yakni C1, C2 , dan C3, masing–masing memiliki 3 kondisi saturasi indeks warna biru dan 3 intensitas banyaknya bintang sebagai stimulus mewakili rentang waktu secara berurutan dari jam 17.50–19.00 yang diaplikasikan ke dalam VR sebagai alat bantu eksperimen. Sebanyak dua puluh orang responden yang dijadikan objek penelitian dengan karakteristik dan latar belakang pekerjaan yang menghabiskan waktu bekerja 4–9 jam di dalam ruangan dan responden termasuk dalam usia produktif (20–35). Data
iii
One way Anova, secara umum mengungkapkan bahwa respon terhadap persepsi, emosi, dan sikap pada pencahayaan indeks warna biru dan intensitas titik bintang menunjukkan indeks pencahayanan warna biru dengan perbandingan rentang waktu kondisi tidak memberikan pengaruh yang signifikan secara keseluruhan saat menggunakan simulasi VR. Hanya pada respon persepsi terhadap C2, namun pada respon emosi terhadap C2 dan intesitas titik cahaya bintang mendekati nilai signifikan.
Perpustakaan Digital ITB