digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

BAB 1 Mikha Rebecca Natalya Siregar
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Mikha Rebecca Natalya Siregar
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Mikha Rebecca Natalya Siregar
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Mikha Rebecca Natalya Siregar
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Mikha Rebecca Natalya Siregar
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Mikha Rebecca Natalya Siregar
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan


Fenomena swabakar merupakan salah satu permasalahan utama dalam industri pertambangan batubara karena dapat menimbulkan kerugian ekonomi, penurunan kualitas batubara, dan risiko keselamatan kerja. Potensi swabakar umumnya dipengaruhi oleh faktor intrinsik batubara yang dapat diukur menggunakan indeks R70. Data primer diperoleh dari 3 sampel batubara melalui dua tahap pengujian, yaitu analisis proksimat dan uji pemanasan adiabatik sesuai SNI 9232:2023. Untuk memperluas cakupan analisis, diperoleh 36 set data sekunder dari studi terdahulu sehingga metode penelitian mengkombinasikan data hasil pengujian laboratorium dengan data sekunder menggunakan analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peringkat batubara dan nilai R70 memiliki hubungan non - linier batubara sub - bituminus cenderung memiliki potensi swabakar lebih tinggi dibandingkan batubara lignit dan batubara bituminus. Selain itu, ditemukan bahwa kandungan abu tidak berkorelasi signifikan terhadap nilai R70 sehingga tidak dapat dijadikan sebagai variabel utama untuk memprediksi potensi swabakar. Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa kadar air (moisture) merupakan variabel paling dominan yang mepengaruhi peningkatan nilai R70, sedangkan pengaruh kandungan abu dan volatile matter relatif tidak signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa penilaian potensi swabakar batubara memerlukan pendekatan multi - parameter yang mempertimbangkan interaksi antar sifat intrinsik batubara.