Article Details

EVALUASI PENGETAHUAN TENTANG OBAT DISLIPIDEMIA SERTA KEPUASAN PESERTA ASURANSI KESEHATAN TERHADAP PELAYANAN INFORMASI OBAT (PIO) PADA SALAH SATU APOTEK DI BANDUNG

Oleh   Ina Siti Solihah [20720023]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. apt. Pratiwi Wikaningtyas, S.Farm., M.Si.;Tjokorde Istri Armina Padmasawitri, S.Si., M.Si., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi
Subjek :
Kata Kunci : Dislipidemia, pengetahuan, kepuasan, Pelayanan Informasi Obat (PIO)
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 21 Sep 2022

Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan salah satu layanan kefarmasian di apotek yang dilakukan oleh apoteker untuk meningkatkan hasil terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan pasien tentang obat dislipidemia antara sebelum dan sesudah pemberian informasi obat, menilai tingkat kepuasan pasien terhadap PIO, dan menganalisis gap antara kenyataan dan harapan terhadap PIO. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan desain prospektif cross-sectional menggunakan kuesioner yang telah tervalidasi dengan responden pasien peserta asuransi kesehatan yang menebus resep obat dislipidemia, selama periode April - Juni 2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling yaitu purposive sampling dengan total pasien 112 pasien. Adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian informasi obat dianalisis secara statistika menggunakan uji McNemar, sedangkan kepuasan dinilai menggunakan metode SERVQUAL dan diukur menggunakan Costumer Satisfaction Index (CSI). Sedangkan Importance Performance Analysis digunakan untuk menilai gap antara kenyataan dan harapan terhadap layanan PIO. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pasien menerima informasi obat (p value < 0,05). Hasil perhitungan nilai Customer Satisfaction Index (CSI) yaitu 89,69% yang berarti pasien sangat puas dengan Pelayanan Informasi Obat (PIO) yang telah diberikan. Terdapat gap antara harapan dan kenyataan. Gap yang paling rendah ditemukan pada dimensi empathy (-1,08), sedangkan yang paling besar adalah tangible (-0,06). Berdasarkan diagram kartesius Importance Performance Analysis (IPA) terdapat atribut empathy pada kuadran III yang harus ditingkatkan, walaupun prioritasnya rendah.