Article Details

STUDI PARAGENESA MINERALISASI PADA ENDAPAN EPITERMAL SULFIDASI RENDAH DI AREA NIRMALA, KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT

Oleh   Muhammad Farras Hadikusumo [12018061]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Yan Rizal R., Dipl.-Geol.;Ir. Nurcahyo Indro Basuki, M.T, Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Teknik Geologi
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian
Subjek :
Kata Kunci : geologi, alterasi, mineralisasi, paragenesa, endapan epitermal sulfidasi rendah, Nirmala, Jawa Barat.
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 21 Sep 2022

Daerah penelitian berada di Area Nirmala, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat dan masuk ke dalam Izin Usaha Pertambangan yang dikelola oleh PT. Aneka Tambang Tbk. Daerah penelitian mempunyai luas area 2,53 km2 dan sebagian besar masuk pada area Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi, menentukan persebaran alterasi, menentukan kehadiran mineralisasi, dan paragenesa mineralisasi pada daerah penelitian berdasarkan sampel batuan yang diambil. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel batuan sebanyak 54 titik. Metode yang digunakan adalah pemetaan geologi dan alterasi, analisis petrografi sayatan tipis, analisis mineragrafi, analisis specTERRA, analisis XRD, dan analisis Assay AAS. Daerah penelitian tersusun atas dua satuan litologi yaitu Satuan Tuf – Breksi 1 dan Satuan Tuf – Breksi 2. Daerah penelitian terdiri atas empat satuan geomorfologi yaitu Satuan Perbukitan Aliran Piroklastik Ci Talahap, Satuan Perbukitan Aliran Piroklastik Ci Malang, Satuan Perbukitan Aliran Piroklastik Ci Sangku, dan Satuan Perbukitan Aliran Piroklastik Ci Langgar. Orientasi utama kelurusan pada daerah penelitian berarah timur timurlaut – barat baratdaya (ENE – WSW) dan kelurusan urat yang berarah barat laut – tenggara (NW – SE). Terdapat satu struktur geologi pada daerah penelitian yaitu sesar geser mengiri berarah timur laut – barat daya (NE – SW). Zona alterasi pada daerah penelitian terbagi menjadi dua zona, yaitu Zona Alterasi Kuarsa + Kaolinit ± Illit ± Smektit (argilik) dan Zona Alterasi Kuarsa ± Klorit ± Smektit ± Illit ± Albit ± Kalsit (propilitik). Paragenesa Mineralisasi di daerah penelitian dibagi menjadi dua tahapan mineralisasi yaitu fase pertama dimulai dari kemunculan mineral sfalerit, galena, magnetit, rutil, kalkopirit, pirit, dan kovelit. Lalu fase kedua merupakan fase pelapukan oksidasi yang ditandai dengan munculnya mineral besi oksida (HFO). Berdasarkan kehadiran mineral bijih dan mineral pengotor, tipe endapan yang ada di daerah penelitian merupakan tipe endapan epitermal sulfidasi rendah.