digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800



BAB 1 Fadhlan Humala Hasibuan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Fadhlan Humala Hasibuan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Fadhlan Humala Hasibuan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Fadhlan Humala Hasibuan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Fadhlan Humala Hasibuan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan


Pengembangan kereta api cepat sebagai alat transportasi massal antar provinsi merupakan salah satu prioritas riset nasional untuk menciptakan transportasi yang efisien dan berkelanjutan. Riset ini dilakukan oleh konsorsium yang dipimpin BPPT dan PT INKA dengan ITB juga termasuk didalam konsorsium tersebut. Proses perancangan dan pengembangan suatu kereta api cepat dari awal merupakan proses yang panjang. Salah satu proses yang diperlukan adalah pengujian respon dinamik yang dihasilkan bogie kereta api dalam berbagai kondisi baik itu lintasan lurus maupun menikung. Roller rig merupakan alat pengujian yang sering dipakai untuk menguji performa bogie kereta api dalam banyak aspek. Proses perancangan roller rig diawali dengan perumusan konfigurasi dan spesifikasi teknis. Spesifikasi tersebut dirumuskan dengan mempertimbangkan kompleksitas rancangan serta memaksimalkan fungsi dari roller rig untuk pengujian kereta cepat. Konfigurasi roller rig yang dipilih menggunakan roller dengan dua lebar sepur yang diputar oleh satu motor pada setiap roller. Tahapan selanjutnya adalah memilih komponen untuk sistem penggerak roller dengan mempertimbangkan kebutuhan pengujian kereta cepat. Sistem penggerak yang dipilih terdiri atas motor induksi 480 kW buatan PT Pindad yang kemudian disambungkan dengan poros penggerak buatan Walterscheid Powertrain dan roller yang ditopang oleh double tapered roller bearing buatan TIMKEN. Tahapan terakhir adalah membuat rancangan yang lebih rinci dari struktur penting roller rig yaitu poros roller dan platform roller rig. Faktor keamanaan yang dihasilkan menggunakan metode elemen hingga menunjukkan angka lebih dari 1 sehingga rancangan dianggap mampu menguji kereta cepat dengan pembebanan yang sesuai dengan spesifikasi.