Article Details

KINERJA PORTAL BETON BERTULANG DENGAN DINDING PENGISI BATA RINGAN TERHADAP BEBAN GEMPA

Oleh   Aris Aryanto [25006022]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Ir. Iswandi Imran, M.A.Sc., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTSL - Teknik Sipil
Fakultas : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Subjek : Civil engineering
Kata Kunci : Material Dinding Pengisi, Material Ringan, Portal-Dinding Pengisi, Autoclaved Aerated Concrete, Daktilitas, Perilaku Histeresis
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 7 file
Tanggal Input : 19 Mei 2022

Sudah menjadi ketentuan umum bahwa semakin berat material dinding pengisi pada bangunan beton bertulang maka semakin besar pula gaya gempa yang akan diterima oleh struktur. Salah satu cara untuk mengurangi gaya gempa pada portaldinding pengisi adalah dengan menggunakan material dinding pengisi yang ringan. Beton ringan aerasi (AAC) merupakan salah satu material ringan yang dapat digunakan sebagai material dinding pengisi. Namun, pengetahuan mengenai perilaku struktur portal-dinding pengisi dengan material ringan seperti blok AAC terhadap beban lateral masih sangat terbatas. Tesis ini membahas kajian eksperimental untuk mempelajari perilaku portal beton bertulang yang diisi dengan blok AAC. Tes dilakukan pada dua portal-dinding pengisi yang memiliki satu bentang dan satu tingkat dengan skala model setengah. Salah satu specimen diisi dengan blok AAC dan yang lainnya diisi dengan bata merah konvensional. Pembebanan yang diaplikasikan adalah dalam bentuk beban lateral siklik sebagai simulasi beban gempa. Tujuan dari eksperimen ini adalah untuk mempelajari karakteristik fisik dan mekanik dinding pengisi yang mempengaruhi kinerja portal-dinding pengisi terhadap beban gempa. Perilaku struktur dikaji untuk melihat perilaku karakteristik deformasi, kekuatan serta mengukur kemampuan disipasi energi. Hasil tes menunjukkan bahwa dinding pengisi blok AAC dapat mengembangkan mekanisme strut dalam bentuk retak diagonal. Sedangkan dinding pengisi bata merah membentuk pola keruntuhan geser sliding dan parsial crushing. Kekuatan dan energi disipasi kumulatif kedua spesimen memperlihatkan perilaku yang mirip. Walaupun dinding pengisi bata merah awalnya memiliki kekakuan inisial yang tinggi akan tetapi secara umum dinding pengisi AAC memperlihatkan penurunan kekakuan yang relative lebih kecil dan perilaku histeresis yang lebih baik dibandingkan dengan dinding pengisi bata merah. Oleh karena itu dari hasil studi ini dapat disimpulkan bahwa blok AAC dapat memberikan perilaku yang baik terhadap beban lateral sehingga material ini dapat digunakan untuk menggantikan bata merah sebagai material dinding pengisi pada bangunan beton bertulang yang dibangun didaerah yang rawan gempa.