Article Details

ANALISIS KARAKTERISTIK RUTTING CAMPURAN LASTON LAPIS AUS (AC – WC) YANG MENGANDUNG ASPAL POLYMER ELASTOMER MENGGUNAKAN WHEEL TRACKING MACHINE DAN HAMBURG WHEEL TRACKING DEVICE

Oleh   Arie Rizky Dwitama [26918009]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Russ Bona Frazila, S.T., M.T.;Dr. Eri Susanto Hariyadi, S.T., M.T.;Ir. Nasuhi Zain, M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTSL - Sistem dan Teknik Jalan Raya
Fakultas : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Subjek :
Kata Kunci : Wheel Tracking Machine, Hamburg Wheel Tracking Device, Deformasi, Stabilitas Dinamis, Laju Defomrasi, Rut Depth
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-09-28 11:14:09

Dalam perkerasan jalan, banyak hal yang harus diperhatikan dalam kinerja suatu perkerasan, salah satunya adalah akan terjadinya deformasi permanen dari suatu perkerasan jalan tersebut. Dengan adanya beban kendaraan yang terjadi secara berulang dan dipengaruhi oleh suhu cuaca yang tidak menentu, mengakibatkan terjadinya suatu kerusakan pada perkerasan jalan, salah satu yang sering terjadi adalah terjadinya deformasi. Untuk mengatasi terjadinya kerusakan deformas ini, maka diperlukan suatu inovasi baru terhadap suatu campuran perkerasan jalan agar bisa mengatasi atau tahan terhadap terjadinya deformasi. Dan untuk menguji deformasi dalam suatu campuran dalam skala laboratorium, biasanya digunakan alat Wheel Tracking Machine yang biasa digunakan di Indonesia, namun seiring berjalanya waktu, diproduksi alat pengujian deformasi Hamburg Wheel Tracking device yang saat ini belum digunakan secara efisien, oleh karena itu penelitian ini berfokus pada penggunaan pengoperasian pada pengujian menggunakan alat Hamburg Wheel Tracking Device agar bisa direkomendasikan dalam pengujian selanjutnya. Analisis ini menggunakan dua jenica campurak perkerasan jalan, yaitu campuran menggunakan aspal konvesional yang biasa dipakai yaitu shell 60/70 dan yang kedua campuran menggunakan aspal modifikasi yaitu polymer elastomer serta menggunakan tiga variasi suhu , yaitu 40°C, 50°C, 60°C. Pendekatan analisis yang telah dilakukan yaitu dengan menggunakan data deformasi yang dikeluarkan oleh kedua alat tersebut, lalu dicari persamaan waktu pengujian dan pada berapa lintasan keberapa dari masing masing alat terebut untuk menghasilkan hasil deformasi yang sama, dan juga Analisa terhadap parameter stabilitas dinamis dan laju deformasi alat Hamburg Wheel Tracking Device untuk mendapatkan nilai yang setara dengan hasil dari Wheel Tracking Machine. Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa dengan menggunakan alat Hamburg Wheel Tracking Device menghasilkan nilai deformasi yang lebih besar apabila dilakukan pada waktu pengujian yang sama, ini disebabkan beberapa factor seperti tekanan permukaan yang lebih besar dan jumlah lintasan yang lebih banyak dalam waktu satu menit. Dari analisis yang telah dilakukan juga, dapat direkomendasikan waktu untuk pengujian alat Hamburg Wheel Tracking Device selama 2.5 jam – 3 jam, dimana waktu tersebut setara dengan waktu pengujian selama 45 menit – 60 menit jam pada alat Wheel Tracking Machine. Waktu tersebut diambil dengan beberapa pertimabangan, dimana apabila dilihat pada saat pengujian 45 menit – 60 menit penurunan deformasi mulai konstan atau berarti tidak mengalami perbedaan penurunan yang jauh, begitupun kalau dilihat pada pengujian Hamburg Wheel Tracking Device, pada pengujian saat waktu 2.5 jam – 3 jam menghasilkan nilai deformasi yang mulai konstan juga, dalam kata lain penurunan deformasi tidak terlalu signifikan , yang kedua dilihat dari nilai stabilitas dinamis yang dihasilkan pada saat 2.5 jam – 3 jam pengujian di Hamburg Wheel Tracking Device setara dengan nilai yang dihasilkan oleh Wheel Tracking Machine.