COVER R. Himan Haryo Teguh Darmawan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 R. Himan Haryo Teguh Darmawan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 R. Himan Haryo Teguh Darmawan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 R. Himan Haryo Teguh Darmawan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 R. Himan Haryo Teguh Darmawan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 R. Himan Haryo Teguh Darmawan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA R. Himan Haryo Teguh Darmawan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Asam amino L-serin adalah salah satu asam amino nonesensial kondisional yang banyak
digunakan pada industri farmasi, kosmetik dan makanan. Sejauh ini, produksi L-serin
dilakukan dengan cara ekstraksi, sintesis kimia, fermentasi, atau konversi enzimatis.
Metode yang banyak dikembangkan saat ini salah satunya adalah metode fermentasi,
sebab proses sudah banyak diterapkan di industri. Untuk meningkatkan perolehan L-serin
dari proses fermentasi, dilakukan berbagai macam modifikasi genetik pada
mikroorganisme. Sejauh ini belum ada usaha yang komprehensif untuk melakukan
pemodelan dan simulasi pada berbagai mikroorganisme rekombinan untuk keperluan
perancangan proses industri.
Pada penelitian ini dilakukan pemodelan dan simulasi dari berbagai mikroorganisme
rekombinan dan dilakukan perancangan bioreaktor untuk keperluan industri. Pemodelan
dimulai dengan mengekstraksi data sekunder yang digunakan untuk mencari parameter
beberapa model terpilih. Model yang diuji adalah model Monod, model Monod dengan
inhibisi produk, dan model Monod dengan pertimbangan termodinamika. Parameter
kinetika dari biokatalis dengan perolehan produk terhadap substrat terbaik akan
disimulasikan menggunakan model paling sesuai pada berbagai konsentrasi substrat awal
dan biomassa awal. Perancangan bioreaktor dilakukan dengan kapasitas produksi 120 kg
L-serin per hari dengan mode operasi partaian.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, kinetika fermentasi biokatalis yang diuji paling
sesuai dengan model Monod. Biokatalis dengan perolehan produk terhadap substrat
terbaik adalah Corynebacterium glutamicum S7(S6-pgi-pfkA-gapA) dengan YP/S sebesar
0,30 g-L-serin/g-glukosa. Hasil simulasi fermentasi pada model terpilih menunjukkan
peningkatan laju pembentukan biomassa dan titer akhir produk meningkat sedangkan
waktu fermentasi menurun seiring dengan peningkatan banyaknya substrat awal dan
biomassa awal. Pada konsentrasi substrat awal 100 g L-1 titer maksimum fermentasi
adalah 29,36 g L-1. Kondisi tersebut digunakan pada perancangan bioreaktor jenis tangki
berpengaduk dengan volume kerja 4,09 m3. Bioreaktor hasil perancangan diestimasi
memiliki harga modul kosong USD395.661 dengan biaya operasi (bahan baku, sistem
utilitas, dan gaji pegawai) USD196.693/tahun dan penjualan L-serin US$2.028.000/tahun.
Perpustakaan Digital ITB