digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Rangga Brava Ivanza
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

COVER - Rangga Brava Ivanza
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 - Rangga Brava Ivanza
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 - Rangga Brava Ivanza
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 - Rangga Brava Ivanza
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 - Rangga Brava Ivanza
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 - Rangga Brava Ivanza
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 6 - Rangga Brava Ivanza
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA - Rangga Brava Ivanza
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN - Rangga Brava Ivanza
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Keselamatan penerbangan senantiasa menjadi prioritas utama dalam industri dirgantara. Fase lepas landas merupakan fase yang sangat sensitif terhadap faktor manusia maupun teknis, yang berpotensi menghadirkan risiko langka namun kritis seperti peristiwa tail strike. Meskipun penelitian terdahulu telah meninjau risiko ini, sering kali terdapat keterbatasan dalam mengintegrasikan dinamika terbang dengan teknik probabilitas tingkat lanjut sehingga presisi dari kuantifikasi risiko menjadi terbatas. Penelitian ini menjawab keterbatasan tersebut dengan menerapkan kuantifikasi risiko probabilistik untuk mengevaluasi probabilitas insiden tail strike pada pesawat Boeing 747 saat fase lepas landas. Tujuan penelitian ini dicapai melalui pengembangan model dinamika untuk menghitung tail clearance serta penetapan limit state function, ????(????), yang didefinisikan sebagai tail clearance, di mana ????(????)?0 mendefinisikan sebuah kegagalan. Dengan menggunakan metode Subset Simulation untuk mengestimasi probabilitas di berbagai kondisi operasional, penelitian ini memperoleh nilai probabilitas kegagalan, ????????, sebesar 5.63×10?7, yang dikategorikan sebagai extremely remote failure oleh EASA. Hasil dari analisis sensitivitas manual mengidentifikasi bahwa ground speed merupakan faktor risiko utama, di mana rotasi di bawah kecepatan yang seharusnya (under speed rotation) memicu terjadinya tail strike. Selain itu, penggunaan defleksi elevator yang tidak terlalu agresif ditemukan efektif dalam menurunkan probabilitas kegagalan. Sebagai kesimpulan, risiko tail strike dapat dimitigasi secara efektif melalui manajemen kecepatan rotasi dan kontrol pitch yang disesuaikan dengan berat serta konfigurasi pesawat.