digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER - Raissa Dahayu Purbaningrum
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 - Raissa Dahayu Purbaningrum
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 - Raissa Dahayu Purbaningrum
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 - Raissa Dahayu Purbaningrum
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 - Raissa Dahayu Purbaningrum
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 - Raissa Dahayu Purbaningrum
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA - Raissa Dahayu Purbaningrum
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN - Raissa Dahayu Purbaningrum
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Battery pack merupakan komponen utama pada kendaraan listrik yang tersusun dari sistem struktur kompleks yang terdiri dari banyak komponen yang saling terhubung. Konfigurasi struktur suatu battery pack, termasuk jumlah komponen, jenis sambungan, serta tingkat modularitas sistem, dapat mempengaruhi kemudahan proses pembongkaran dan kompleksitas proses perakitan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan beberapa desain battery pack untuk mengidentifikasi perbedaan performa pembongkaran dan perakitan serta faktor desain yang mempengaruhinya. Penelitian ini menganalisis tiga desain battery pack, yaitu battery pack 1 berbasis sel prismatik, battery pack 2 berbasis sel silindris, dan battery pack 3 hasil industri Gotion. Evaluasi dilakukan menggunakan tiga metode analisis yang saling melengkapi, yaitu MOST (Maynard Operation Sequence Technique) untuk estimasi waktu pembongkaran, Francia Method untuk perhitungan Disassembly Index (DI), serta Hitachi Assemblability Evaluation Method (AEM) untuk mengevaluasi kompleksitas dan efisiensi proses perakitan. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi struktur produk, jenis sambungan antar komponen, serta urutan operasi pembongkaran dan perakitan berdasarkan dokumen teknis dan model CAD dari masing-masing desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa battery pack 3 memiliki performa terbaik dari sisi kompleksitas perakitan dengan nilai I(Txn) sebesar 26.456 dan nilai assembly efficiency sebesar 67,28%. Battery pack 1 menunjukkan kemudahan pembongkaran yang relatif baik dengan waktu pembongkaran sebesar 1.313,28 s (21,89 menit) dan nilai Disassembly Index sebesar 0,59. Sebaliknya, battery pack 2 menunjukkan performa terendah dengan waktu pembongkaran sebesar 21.168,72 s (352,81 menit), nilai Disassembly Index sebesar 0,33, serta kompleksitas perakitan tertinggi dengan nilai I(Txn) sebesar 145.938 dan assembly efficiency sebesar 2,26%. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis sambungan, jumlah komponen, serta tingkat modularitas struktur merupakan faktor utama yang mempengaruhi kemudahan pembongkaran dan efisiensi perakitan pada sistem battery pack.