COVER - Raissa Dahayu Purbaningrum
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 - Raissa Dahayu Purbaningrum
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 - Raissa Dahayu Purbaningrum
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 - Raissa Dahayu Purbaningrum
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 - Raissa Dahayu Purbaningrum
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 - Raissa Dahayu Purbaningrum
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA - Raissa Dahayu Purbaningrum
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN - Raissa Dahayu Purbaningrum
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Battery pack merupakan komponen utama pada kendaraan listrik yang tersusun dari sistem struktur
kompleks yang terdiri dari banyak komponen yang saling terhubung. Konfigurasi struktur suatu
battery pack, termasuk jumlah komponen, jenis sambungan, serta tingkat modularitas sistem, dapat
mempengaruhi kemudahan proses pembongkaran dan kompleksitas proses perakitan. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan beberapa desain battery pack untuk
mengidentifikasi perbedaan performa pembongkaran dan perakitan serta faktor desain yang
mempengaruhinya.
Penelitian ini menganalisis tiga desain battery pack, yaitu battery pack 1 berbasis sel prismatik,
battery pack 2 berbasis sel silindris, dan battery pack 3 hasil industri Gotion. Evaluasi dilakukan
menggunakan tiga metode analisis yang saling melengkapi, yaitu MOST (Maynard Operation Sequence
Technique) untuk estimasi waktu pembongkaran, Francia Method untuk perhitungan Disassembly Index
(DI), serta Hitachi Assemblability Evaluation Method (AEM) untuk mengevaluasi kompleksitas dan
efisiensi proses perakitan. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi struktur produk, jenis
sambungan antar komponen, serta urutan operasi pembongkaran dan perakitan berdasarkan dokumen
teknis dan model CAD dari masing-masing desain.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa battery pack 3 memiliki performa terbaik dari sisi kompleksitas
perakitan dengan nilai I(Txn) sebesar 26.456 dan nilai assembly efficiency sebesar 67,28%. Battery
pack 1 menunjukkan kemudahan pembongkaran yang relatif baik dengan waktu pembongkaran sebesar
1.313,28 s (21,89 menit) dan nilai Disassembly Index sebesar 0,59. Sebaliknya, battery pack 2
menunjukkan performa terendah dengan waktu pembongkaran sebesar 21.168,72 s (352,81 menit), nilai
Disassembly Index sebesar 0,33, serta kompleksitas perakitan tertinggi dengan nilai I(Txn) sebesar
145.938 dan assembly efficiency sebesar 2,26%. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis sambungan,
jumlah komponen, serta tingkat modularitas struktur merupakan faktor utama yang mempengaruhi
kemudahan pembongkaran dan efisiensi perakitan pada sistem battery pack.
Perpustakaan Digital ITB