Article Details

ALTERNATIF SUMBER SULFUR UNTUK PRODUKSI NIKEL MATE DARI BIJIH NIKEL LATERIT TIPE SAPROLIT

Oleh   Ayu Miertha Nadya Salsabilla [12516018]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.-Ing. Zulfiadi, S.T., M.T.;Taufiq Hidayat, S.T., M.Phil., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Teknik Metalurgi
Fakultas : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan
Subjek : Metallurgy
Kata Kunci : Bijih Nikel Laterit, sulfur, Na2SO4, CaSO4, FeS2.
Sumber :
Staf Input/Edit : Resti Andriani  
File : 6 file
Tanggal Input : 28 Sep 2020

Generic placeholder image
BAB 1 Ayu Miertha Nadya Salsabilla

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 2 Ayu Miertha Nadya Salsabilla

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 3 Ayu Miertha Nadya Salsabilla

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 4 Ayu Miertha Nadya Salsabilla

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
PUSTAKA Ayu Miertha Nadya Salsabilla

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Nikel dapat diperoleh dari dua tipe bijih yaitu bijih nikel laterit dan bijih nikel sulfida. Indonesia memiliki sumber daya dan cadangan nikel dalam bentuk bijih nikel laterit. Saat ini, Indonesia menempati peringkat satu di dunia dalam hal jumlah sumber daya nikel. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perindustrian menargetkan jumlah populasi mobil listrik mencapai 2 juta unit pada tahun 2025. Komponen utama dari mobil listrik adalah baterai lithium ion yang mengambil porsi sekitar 60% dari total biaya pembuatan baterai. Salah satu komponen utama dari baterai adalah komponen katoda yang komposisi utamanya adalah nikel. Nikel yang digunakan salah satunya merupakan hasil pengolahan lebih lanjut dari produk nikel mate yang diproduksi dari bijih nikel laterit dengan cara menambahkan sulfur pada tahap akhir proses kalsinasi di rotary kiln pada suhu 800o C. Meskipun proses ini sudah terbukti dapat mengolah bijih nikel laterit menjadi nikel mate, proses ini mengonsumsi energi dalam jumlah yang besar dan memerlukan penggunaan sulfur elemental yang dapat menguap dan terbuang bersama gas buang (temperatur uap sulfur adalah 444,6o C) sehingga dapat mengurangi efektivitas dari proses tersebut. Studi literatur ini dilakukan untuk meninjau sumber sulfur alternatif yang dapat digunakan dalam proses pengolahan bijih nikel laterit menjadi nikel mate melalui jalur pirometalurgi. Studi literatur diawali dengan pengumpulan dokumen-dokumen riset terkait. Dokumen-dokumen yang sudah dikumpukan akan dipilah untuk mendapatkan dokumen-dokumen yang relevan. Dokumen-dokumen yang telah dipilah kemudian dianalisis dengan mengkaji topik bahasan serta trend/pola dari data penelitiannya. Kekosongan dan gap informasi akan dijawab dengan menggunakan data dari penelitian sebelumnya maupun simulasi dengan perangkat lunak Factsage. Terakhir, kesimpulan dapat ditarik berdasarkan studi literatur yang dilakukan. Hasil studi menunjukkan bahwa penambahan jumlah sulfur pada proses reduksi bijih nikel laterit dapat menaikkan kadar nikel dan perolehan nikel yang dihasilkan. Peningkatan temperatur pada reduksi bijih nikel laterit juga akan meningkatkan perolehan logam nikel yang dihasilkan. Berdasarkan hasil simulasi Factsage, penambahan aditif Na2SO4 dan CaSO4 dapat menaikkan kadar dan perolehan nikel. Sedangkan penambahan aditif FeS2 dapat menurunkan kadar nikel yang dihasilkan akibat adanya Fe dari aditif yang ikut tereduksi kedalam logam.