Article Details

HOTEL DAN CONVENTION CENTER DI KUNINGAN, JAKARTA DALAM UPAYA MENINGKATKAN DAYA TARIK PARIWISATA

Oleh   Adrio Fachrezzy [15216009]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Agustinus Adib Abadi, M.Sc.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SAPPK - Arsitektur
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek : Architecture
Kata Kunci : Hotel, Convention Center, MICE
Sumber :
Staf Input/Edit : Sandy Nugraha   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-21 09:37:59

Generic placeholder image
ABSTRAK Adrio Fachrezzy

Terbatas
» ITB


Industri MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Namun, faktanya jumlah bangunan penyedia tempat kegiatan MICE belum sebanding dengan jumlah acara dan wisatawan yang terus meningkat setiap tahunnya. Untuk itu, timbul sebuah gagasan perancangan Hotel & Convention Center yang bertujuan untuk mendukung pergerakan ekonomi pada bidang pariwisata. Perancangan proyek ini berlokasi di Jalan Kuningan Madya, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan. Lahan memiliki luas sekitar 15.480 m2 . Rumusan permasalahan pada proyek ini adalah bagaimana mengintegrasikan fungsi hunian dan fungsi pertemuan dengan tetap memenui kebutuhan dan persyaratan fungsional masing-masing secara optimum baik di dalam maupun di luar bangunan. Permasalahan ini diperoleh akibat dari adanya konflik diantara fungsi terkait dengan kenyamanan pengguna, tingkat privasi, dan interaksi antar pengguna. Permasalahan selanjutnya adalah bagaimana mewujudkan karakter bangunan Hotel dan Convention Center yang unik di tapaknya dan dapat memberikan karakter bagi kawasannya. Berdasarkan penjabaran permasalahan dan isu tersebut, dirumuskan suatu konsep perancangan kreatif dimana perancangan bangunan cenderung diarahkan kepada alasan optimasi dan estetika. Bangunan ini memiliki peran dalam melambangkan kepentingan sosial dari kegiatan-kegiatan yang ditengahkan dengan tetap memperhatikan kebutuhan dari setiap fungsi pada bangunan. Dalam tahap perancangan, konsep ini diterjemahkan dalam proses penggubahan massa dan fasad bangunan dengan mengoptimalkan persyaratan kedua fungsi dan penggunaan lahan serta harmonisasi antar fungsi yang berada di dalam dan di sekitar tapak.