COVER Daniel Suprobo Wangsaputra
Terbatas Ratnasari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Ratnasari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Daniel Suprobo Wangsaputra
Terbatas Ratnasari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Ratnasari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Daniel Suprobo Wangsaputra
Terbatas Ratnasari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Ratnasari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Daniel Suprobo Wangsaputra
Terbatas Ratnasari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Ratnasari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Daniel Suprobo Wangsaputra
Terbatas Ratnasari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Ratnasari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Daniel Suprobo Wangsaputra
Terbatas Ratnasari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Ratnasari
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Daniel Suprobo Wangsaputra
Terbatas Ratnasari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Ratnasari
» Gedung UPT Perpustakaan
Positron Emission Tomography (PET) dikenal sebagai metode yang berhasil untuk mendiagnosis kanker dan pencitraan molekuler. Namun, seiring perkembangan waktu, aplikasi pencitraan semakin meluas seperti in-vivo single cell level tracking, oleh karena itu beberapa peneliti menyarankan aplikasi PET dengan menggunakan informasi arah dari pencitraan Compton dikarenakan pencitraan Compton adalah satu-satunya metode yang mampu mendapatkan informasi arah dari sinar gamma yang datang tanpa menggunakan kolimator. Berangkat dari fakta tersebut, QST dan LMU bekerja sama untuk merealisasikan PET-Compton ini dengan memasukkan cincin scatterer ke dalam cincin PET, dan cincin PET ini digunakan sebagai cincin absorber. Berdasarkan paper yang dipublikasikan oleh QST dan LMU, material Gadolinium Orthosilicate (Gd2SiO5 atau GSO) adalah material yang paling baik untuk cincin absober pada sistem PET-Compton. Namun, pada paper yang dipublikasikan oleh NCBI, Cadmium Zinc Telluride (CdZnTe atau CZT) adalah material cincin PET yang paling baik digunakan untuk sistem PET. Dengan menggunakan GAMOS, sistem PET-Compton ini disimulasikan untuk mencari nilai sensitivitas dan resolusi energi ketika menggunakan material GSO dan CZT sebagai material detektor dari cincin absorber. Dengan menggunakan variasi diameter cincin scatterer dan ukuran kristal absorber berupa ketebalan kristal, maka didapatkan hasil berupa gambar IV. 1, gambar IV.2, gambar IV.11, dan gambar IV.20. Berdasarkan data-data tersebut dapat disimpulkan bahwa material GSO dengan diameter cincin scatterer 40 cm memiliki sensitivitas terbaik yaitu 15.054%. Nilai resolusi energi sangat dipengaruhi oleh ukuran kristal absorber, oleh karena itu diperlukan penelitian lebih lanjut dengan memperhitungkan efektivitas biaya, ketebalan, dan banyak lapisan absorber.
Perpustakaan Digital ITB