digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Aufa Rakan Hakim
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Lapangan HKM yang terletak di Laut Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, merupakan lapangan penghasil hidrokarbon pada Formasi Arang Tengah yang diendapkan pada Miosen Awal hingga Miosen Tengah. Kehadiran hidrokarbon terkonfirmasi melalui data drill stem test (DST) yang menunjukkan adanya aliran gas pada interval FAT-1 dan FAT-2. Pada sumur AR-1, laju alir produksi gas pada interval FAT-1 mencapai 39 MMSCFD pada tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi reservoir berdasarkan hasil analisis stratigrafi dan struktur geologi, menentukan kualitas reservoir berdasarkan hasil analisis petrofisika, serta mengestimasi sumber daya gas pada interval FAT-1 dan FAT-2. Data yang digunakan meliputi laporan dan deskripsi batuan inti, log tali kawat dari lima sumur, data seismik 3D, laporan routine core analysis (RCAL), dan dokumen pendukung lainnya. Analisis fasies menunjukkan bahwa interval FAT-1 terdiri dari sembilan litofasies yang membentuk asosiasi fasies marshes, intertidal flat, distributary mouth bar, dan delta front yang mencerminkan lingkungan tide-dominated delta. Berdasarkan stratigrafi sikuen, interval FAT-1 terendapkan pada highstand system tract, dengan puncak reservoir dibatasi sequence boundary dan dasar reservoir dibatasi oleh flooding surface. Sementara itu, interval FAT-2 terendapkan pada highstand system tract, dengan puncak dan dasar reservoir dibatasi oleh flooding surface. Struktur geologi pada area penelitian adalah antiklin dengan arah barat laut–tenggara. Analisis petrofisika pada lima sumur menunjukkan bahwa interval FAT-1 memiliki ketebalan net pay berkisar 7–100 ft dengan rata-rata 45,07 ft, sedangkan interval FAT-2 berkisar 1–25 ft dengan rata-rata 11,33 ft. Interval FAT-1 memiliki rata-rata net-to-gross 0,40, porositas efektif 0,25, saturasi air 0,27, volume serpih 0,44, dan permeabilitas 1.681,11 mD. Sementara itu, interval FAT-2 memiliki rata-rata netto- gross 0,21, porositas efektif 0,20, saturasi air 0,41, volume serpih 0,43, dan permeabilitas 72,88 mD. Asosiasi fasies distributary mouth bar memiliki properti petrofisika terbaik dibandingkan asosiasi fasies lainnya. Estimasi sumber daya gas dilakukan dengan menetapkan kedalaman lowest known gas (LKG) pada 4.783,0 ft SSTVD untuk interval FAT-1 dan 4.583,7 ft SSTVD untuk interval FAT-2, menghasilkan estimasi sumber daya gas masing-masing 255,3 BCF dan 49,6 BCF.