Article Details

PENGEMBANGAN UJI DIAGNOSTIK MOLEKULER VIRUS DENGUE BERBASIS SYBR GREEN REAL-TIME PCR UNTUK DIAGNOSIS AWAL DEMAM BERDARAH

Oleh   Karimatu Khoirunnisa [10416001]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Azzania Fibriani, S.Si., M.Si., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SITH - Mikrobiologi
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : Aedes aegypti, demam berdarah, diagnostik, real-time PCR, virus dengue
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-06-30 16:09:59

Penyakit Demam Berdarah di Indonesia memiliki jumlah kasus yang tinggi dengan tren kasus yang meningkat dari tahun ke tahun. Tingkat keparahan dari penyakit ini dapat ditekan jika dilakukan tes diagnostik secara dini. Namun di Indonesia sendiri belum dikembangkan uji diagnostik dini untuk deteksi demam berdarah. Sehingga pada penelitian ini dikembangkan metoda diagnostik demam berdarah menggunakan real-time PCR yang memiliki spesifisitas yang baik dan mudah digunakan. Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue, yaitu virus dari kelompok Flaviviridae yang memiliki genom RNA rantai tunggal positif dengan vector berupa nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Pada penelitian ini dilakukan perancangan daerah target amplifikasi dengan metoda multiple sequence alignment. Perancangan primer juga dilakukan secara in silico dengan menggunakan software bioedit. Kontrol positif dirancang dengan mengkonstruksi target amplifikasi pada plasmid backbone pUC57. Uji pendahuluan amplifikasi dilakukan dengan metoda PCR. Uji konfirmasi real time PCR dilakukan dengan menggunakan sampel RNA dari pasien yang positif demam berdarah dari studi kolaborasi Indonesia-Taiwan. ........... ke 10542-10683 sebagai kandidat target amplifikasi dengan primer set 1. Dari hasil perancangan primer diperoleh primer set 1 sebagai kandidat pasangan primer. Hasil PCR menunjukkan pita amplikon berukuran 142 bp. Hasil real time PCR menunjukkan kurva amplifikasi pada sampel yang digunakan dengan melting temperature untuk amplikon sekitar 85OC. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini telah berhasil dirancang suatu tes diagnotik untuk deteksi dini penyakit demam berdarah. Namun masih perlu dilakukan uji linearitas dan penentuan limit deteksi dari tes yang dikembangkan.