Article Details

STUDI ETNOASTRONOMI : PRANATA MANGSA DAN TARIAN BEDHAYA KETAWANG DI SURAKARTA

Oleh   Dian Dwi Wida Putri [10315025]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Aprilia, M.Si.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FMIPA - Astronomi
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek : Astronomy
Kata Kunci : Pranata Mangsa, Tarian Bedhaya Ketawang, Pleiades, Keraton Surakarta Hadiningrat
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-06-24 22:52:26

Sebagai negara agraris, masyarakat Indonesia menggunakan rasi bintang atau benda-benda langit sebagai petunjuk musim contohnya musim menanam, musim panen, melaut, dll. Tanpa disadari mereka telah menerapkan ilmu astronomi dalam kehidupan sehari-hari, seperti di Pulau Jawa, menggunakan Pranata Mangsa sebagai kalender untuk bidang pertanian yang mengacu pada Rasi Bintang Orion dan Asterism Pleiades. Kemunculan asterism Pleiades dan rasi bintang Orion memiliki selisih waktu satu bulan, dengan asterism Pleiades terbit lebih dahulu. Musim dalam Pranata Mangsa dibagi menjadi 12, yaitu Kasa, karo, Katelu, Kapat, Kalima, Kanem, Kapitu, Kawolu, Kasanga, Kasapuluh, Dhesta, dan Sadha. Berdasarkan hasil pendekatan dengan Kalender Caka Bali sesuai dengan kondisi langit di Surakarta diperoleh hasil: Pada bulan Juli hingga Agustus masa menanam padi dimana rasi bintang Orion terbit sekitar 2° - 45° dari horizon dan asterism Pleiades berada pada ketinggian sekitar 27° - 50° dari horizon diamati pukul 04.00 WIB. Pada bulan Oktober hingga November masa memanen padi dimana rasi bintang Orion berada sekitar 83° - 45° dari horizon dan asterism Pleiades berada pada ketinggian sekitar 41° - 16° diamati pukul 04.00 WIB. Tetapi, hasil ini kurang cocok dengan Kalender Pranata Mangsa karena masa menanam jatuh pada mangsa Kapitu bulan Desember hingga Februari sedangkan masa memanen jatuh pada mangsa Kasapuluh bulan Maret hingga April. Saat ini, Pranata Mangsa relatif jarang digunakan lagi, termasuk di daerah Surakarta yang menjadi tempat penelitian Tugas Akhir ini karena menurut salah satu referensi (Daljoeni, 1983), Pranata Mangsa sebagai “pengaturan musim” ini paling cocok berlakunya di wilayah sekitar Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Hubungan Tarian Bedhaya Ketawang dengan asterism Pleiades adalah salah satu formasi penari mengikuti formasi bintang-bintang utama pada asterism Pleiades. Secara Bahasa, Bedhaya artinya wanita atau pengantin, sedangkan Ketawang artinya langit. Sehingga Tarian Bedhaya Ketawang adalah tarian langit atau tarian wanita dari langit yang hanya ditampilkan di Keraton Surakarta Hadiningrat pada saat peringatan Kenaikan Tahta Raja (Tingalan Jumenengan Dalem).