Article Details

APLIKASI TOMOGRAFI SEISMIK REFRAKSI PADA PENCITRAAN STRUKTUR LAPISAN BAWAH PERMUKAAN BUMI UNTUK RENCANA PEMBANGUNAN BENDUNGAN AIR LAMBAKAN

Oleh   Annisa Savira [10216100]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Drs. Gunawan Handayani, MSCE, Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FMIPA - Fisika
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek : Physics
Kata Kunci : Gelombang Seismik, Seismik Refraksi, Struktur Lapisan, Tomografi
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-05-31 14:20:09

Struktur bumi tersusun dari beberapa lapisan tanah dan batuan dengan sifat fisis yang bervariasi. Karateristik fisis tersebut merupakan informasi penting dalam merancang pembangunan di suatu lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mencitrakan struktur lapisan bawah permukaan bumi untuk perencanaan pembangunan bendungan air Lambakan. Metode survei yang digunakan adalah seismik refraksi. Konsep dasarnya adalah pengukuran waktu tempuh gelombang seismik datang yang dibiaskan dan menjalar melewati bidang batas antarlapisan tanah bawah permukaan yang memiliki densitas dan elastisitas berbeda. Lokasi survei dilakukan di daerah Penajam, Kalimantan Timur. Metode percobaan terdiri dari akuisisi, pengolahan, dan interpretasi data. Akusisi data memanfaatkan alat Seistronix RAS-24 channel dan software Seistronix RAS-24, yang dilakukan pada sebuah bentangan lurus lintasan pengukuran sepanjang 115 meter dengan 24 geophone berjarak 5 meter satu sama lain. Konfigurasi sumber gelombang aktif yang digunakan antara lain middle shot, end-off shot, dan phantom shot. Pengolahan data dipilih menggunakan metode tomografi seismik dengan memanfaatkan software SeisImager 2D. Tomografi seismik merupakan metode untuk merekonstruksi struktur bawah permukaan yang menggunakan data gelombang seismik. Dengan bantuan SeisImager 2D, pencitraan bawah permukaan tanah dilakukan berdasarkan model kecepatan yang diperoleh dari hasil interpretasi waktu tempuh gelombang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah pengukuran memiliki beberapa lapisan tanah dengan kecepatan rambat yang berbeda. Hasil tersebut lalu dibandingkan dengan peta geologi daerah Penajam untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kekerasan, jenis, dan persebaran tanah di daerah tersebut yang berguna bagi proses pembangunan selanjutnya.