Article Details

THE NEW MELODY OF SURABAYA GEDUNG KONSER MUSIK DI KOTA SURABAYA

Oleh   Maharani Stavira Indrasuta [15215053]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.Eng. Mochamad Donny Koerniawan, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SAPPK - Arsitektur
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek : Architecture
Kata Kunci : gedung konser, musik klasik, kenyamanan audial dan visual, fleksibilitas, sirkulasi, komersialitas, landmark, dinamis, permeabilitas, pilotis
Sumber :
Staf Input/Edit : Sandy Nugraha   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-03-13 15:58:16

Generic placeholder image
ABSTRAK Maharani Stavira Indrasuta

Terbatas
» ITB


Proyek gedung konser musik di Kota Surabaya ini merupakan proyek kolaborasi antara Surabaya Symphony Orchestra (SSO) dan Bukit Darmo Property. Gedung konser musik ini dibuat dengan tujuan utama meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap musik klasik di Surabaya. Di atas lahan seluas 13.000 m2 milik Bukit Darmo Property ini, gedung konser musik akan didirikan dengan membawa spirit landmark Kota Surabaya. Isu – isu perancangan yang dipakai antara lain isu sirkulasi dan fleksibilitas, isu kenyamanan audial dan visual, isu komersialitas, serta isu nilai dan citra (landmark Kota Surabaya). Dari keempat isu ini, isu terakhirlah yang bobotnya lebih besar untuk diterjemahkan ke dalam konsep massa dan fasad bangunan. Sedangkan tiga isu lainnya diterapkan ke dalam perancangan interior dan landskap dari gedung konser musik itu sendiri. Konsep dari gedung konser musik ini adalah kedinamisan musik yang diterapkan dalam desain bangunan. Perwujudan konkret dari kedinamisan musik muncul dalam bentuk bangunan yang berlekuk dan permainan ketinggian. Ditambahkan dengan fasad bangunan yang menjawab isu nilai dan citra menjadikan gedung konser musik ini terlihat sesuai dengan konteks lingkungan tetapi tetap memiliki keunikan tersendiri sehingga mudah diperhatikan dan dikenang oleh orang yang melihatnya. Untuk tapak sendiri, digunakan konsep permeabilitas untuk menghubungkan berbagai ikon komersial yang ada di sekitar gedung konser musik. Pendekatan yang digunakan dalam perancangan bangunan ini adalah function follows form karena awalnya bentuk keseluruhan massing yang ditentukan terlebih dahulu baru kemudian dibandingkan dengan program ruang. Ada beberapa titik yang kurang cocok menurut program ruang sehingga akhirnya, bentuk mengalami sedikit perubahan untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut. Barulah akhirnya, dihasilkan bentuk gedung konser musik yang sekarang. Ciri khas dari gedung konser ini adalah bentuknya yang dinamis, stand out, tetapi tetap sesuai dengan konteks lingkungan dan memenuhi semua standar akustik dan visual gedung konser. Permeabilitas tapak dan konsep pilotis juga merupakan nilai yang ditonjolkan dari desain gedung konser musik ini.

Cari