Article Details

FAKTOR PENGHAMBAT TRUE SHALLOT SEEDS SEBAGAI BENIH BAWANG MERAH (KASUS: DESA MEKARMANIK, KECAMATAN CIMENYAN, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT)

Oleh   D Beta Ramadan [21317018]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Ramadhani Eka Putra, S.Si., M.Si., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SITH - Biomanajemen
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : Analisis Kegagalan, Root Cause Analysis (RCA) Failure Modes and Effect Analysis (FMEA
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-01-08 13:25:59

Bawang merah adalah komoditas strategis nasional yang terkendala produktivitas tidak optimal akibat penggunaan benih degeneratif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengujikan True Shallot Seeds sebagai alternatif benih bawang merah potensial di lahan pertanian alami dataran tinggi. Sebab hingga saat ini TSS digunakan sebagai bahan tanam hanya pada lingkungan terkontrol sementara komoditas bawang merah memiliki harga jual yang tidak setara dengan biaya pengeluaran apabila ditanam dalam lingkungan terkontrol. Uji tanam dilakukan di Desa Mekarmanik, Jawa Barat yang merupakan sentra bawang merah Kabupaten Bandung (>1200m dpl), saat musim hujan (musim tanam ke-2). Data penelitian diperoleh dari hasil penanaman yaitu ketidakberhasilan TSS untuk tumbuh menjadi umbi mini. Untuk menganalisis faktor kendala penyebab kegagalan tumbuh digunakan pendekatan analisis forensik sederhana menggunakan Root Cause Analysis (RCA) yang dilanjutkan dengan Failure Modes and Effect Analysis (FMEA) yang berperan dalam menentukan faktor kendala dengan nilai risiko terbesar. Dari hasil analisis ditemukan bahwa kegagalan tumbuh TSS menjadi umbi mini adalah ketidaksesuaian varietas benih dan penggunaan media tanam yang tidak steril. Rekomendasi solusinya adalah dengan menggunakan varietas adaptif, media tanam steril atau terkondisi non residu bawang merah, penggunaan mikroba antagonis untuk proteksi tanaman dari patogen lahan tanam. Desa Mekarmanik memiliki modal untuk menjadi Desa Penghasil umbi mini pertama di Kabupaten Bandung, apabila kendala pertumbuhan lapangan bawang merah asal TSS dapat ditangani