Article Details

PERANCANGAN SUPLAI REAKTAN DAN MEKANISME PURGING PADA SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK SEL TUNAM 5 KW

Oleh   Maulana Murtadha [13312099]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Ir. Edi Leksono, M.Eng., Ph.D.;Augie Widyotriatmo, S.T., M.T., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FTI - Teknik Fisika
Fakultas : Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Subjek :
Kata Kunci : sel tunam, PEM, reaktan, dead-end anode, katoda tertutup, purge interval, efisiensi.
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 7 file
Tanggal Input : 2019-11-08 14:29:14

Generic placeholder image
COVER Maulana Murtadha

Generic placeholder image
BAB 1 Maulana Murtadha

Generic placeholder image
BAB 2 Maulana Murtadha

Generic placeholder image
BAB 3 Maulana Murtadha

Generic placeholder image
BAB 4 Maulana Murtadha

Generic placeholder image
BAB 5 Maulana Murtadha

Generic placeholder image
PUSTAKA Maulana Murtadha


Salah satu perangkat konversi energi baru yang sedang berkembang adalah sel tunam. Prinsip kerja sel tunam adalah menggunakan reaksi sel volta dengan memanfaatkan pergerakan elektron sebagai sumber arus. Kinerja sel tunam dipengaruhi oleh banyak faktor seperti tekanan reaktan, laju reaktan, temperatur operasi, dan kelembaban. Seluruh faktor tersebut bisa dipenuhi dengan melakukan perancangan sistem pembangkit listrik berbasis sel tunam dengan baik. Salah satu komponen sistem yang paling utama untuk dirancang adalah sistem suplai reaktan. Sel tunam yang digunakan bertipe PEM 5 KW dengan katoda tertutup. Kebutuhan katoda disuplai dari kompresor udara. Bukaan katup kompresor diatur agar laju udara mencukupi kebutuhan oksigen sel tunam berdasarkan arus listrik yang diminta. Jenis skema pasokan hidrogen yang digunakan adalah Dead-end Anode (DEA). Skema DEA akan menyebabkan terakumulasinya senyawa pada anoda yang akan menurunkan kinerja sel tunam. Oleh karena itu untuk menjaga kestabilan keluaran listrik sel tunam, dirancang sistem purging dengan menguji purgeinterval yang paling baik. Kemudian dilakukan pengujian kemampuan sistem dalam menghasilkan listrik, yakni pengujian kurva polarisasi dan kestabilan daya sistem. Selanjutnya dilakukan perhitungan efisiensi sistem dalam mengubah reaktan menjadi energi listrik. Sistem yang telah dibuat berhasil membangkitkan energi listrik hingga 539 W dengan arus 24 A. Sistem ini dapat mencapai efisiensi sebesar 41% pada beban daya 500 W. Dari hasil pengujian purging diperoleh purgeinterval yang terbaik adalah 30 detik karena dapat menjaga kestabilan tegangan dan membuang hidrogen dengan jumlah yang minimal.