Article Details

STUDI TRANSPARANSI PENGELOLAAN DANA DESA BERDASARKAN STATUS DESA (STUDI KASUS: DESA LENGKONG DAN DESA KUDU, KABUPATEN NGANJUK, JAWA TIMUR)

Oleh   Yunida Indira Cahyono [15415010]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Adiwan Fahlan Aritenang, S.T., M.GIT., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SAPPK - Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek :
Kata Kunci : Dana desa, status desa, pengelolaan, transparansi, pembangunan.
Sumber :
Staf Input/Edit : Yoninur Almira  
File : 9 file
Tanggal Input : 2019-08-12 13:43:00

Generic placeholder image
ABSTRAK Yunida Indira Cahyono

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 1 Yunida Indira Cahyono

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 2 Yunida Indira Cahyono

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 3 Yunida Indira Cahyono

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 4 Yunida Indira Cahyono

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 5 Yunida Indira Cahyono

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
DAFTAR Yunida Indira Cahyono

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
2019 TA PP YUNIDA INDIRA CAHYONO_LAMPIRAN.pdf?

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
2019 TA PP YUNIDA INDIRA CAHYONO_JURNAL.pdf ]


Desa merupakan ujung tombak pembangunan masyarakat Indonesia (Sri Mulyani, 2017). Oleh sebab itu Pemerintah Indonesia merumuskan berbagai kebijakan untuk mendorong pebangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Mulai dari UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa hingga berbagai kebijakan dan peraturan turunannya seperti Dana Desa dan Indeks Desa Membangun (IDM). Namun nyatanya, masih terdapat penyalahgunaan Dana Desa oleh pihak-pihak yang seharusnya mengelola Dana Desa bagi kepentingan masyarakat desa. Salah satu provinsi dengan tingkat korupsi Dana Desa tertinggi berdasarkan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia yang dimuat dalam Beritagar.id (2017) adalah Jawa Timur. Oleh sebab itu dilakukan studi transparansi dalam pengelolaan Dana Desa berdasrkan status desa (studi kasus: Desa Lengkong dan Desa Kudu, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data primer melalui wawancara semi terstruktur dan data sekunder melalui studi literatur dan dokumen, serta metode analisis deskriptif kualitatif dan analisis konten. Hasil dari penelitian in menunjukkan bahwa terdapat transparansi pengelolaan Dana Desa yang relatif sama antara Desa Lengkong yang berstatus Maju dengan Desa Kudu yang berstatus berkembang.