Article Details

EKSTRAKSI PELARUT NIOBIUM DAN TANTALUM DENGAN METHYL ISOBUTYL KETONE DARI LARUTAN HASIL DIGESTI ASAM BIJIH COLUMBITE-TANTALITE DALAM ASAM FLUORIDA

Oleh   Zahra Rizky Dwita Anissa [12515002]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Mohammad Zaki Mubarok, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FTTM - Teknik Metalurgi
Fakultas : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Subjek : Metallurgy
Kata Kunci : niobium, tantalum, ekstraksi pelarut, stripping, MIBK
Sumber :
Staf Input/Edit : Resti Andriani   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-03-19 15:10:50

Niobium (Nb) dan tantalum (Ta) adalah dua logam yang memiliki sifat fisika dan kimia yang mirip sehingga proses pemisahan kedua logam ini cukup sulit dilakukan. Keterdapatan niobium dan tantalum di alam selalu ditemukan bersamaan dan biasanya berasosiasi di dalam mineral oksida kompleks. Walaupun proses ekstraksi dan pemurniannya cukup sulit, kebutuhan niobium dan tantalum yang terpisah satu sama lain baik dalam bentuk oksida maupun logam murninya terus meningkat dalam dua dekade terakhir. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya pengaplikasian Nb dan Ta untuk berbagai kebutuhan. Jalur proses yang telah terbukti efektif untuk mengekstraksi Nb dan Ta adalah jalur hidrometalurgi melalui proses digesti asam diikuti dengan ekstraksi pelarut. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh beberapa variabel terhadap performa ekstraksi pelarut untuk memisahkan Nb dan Ta dalam larutan hasil digesti dengan asam florida bijih columbite-tantalite (coltan) dari Nigeria dengan menggunakan ekstraktan metil isobutil keton (MIBK) sebagai ekstraktan organik. Sampel coltan yang digunakan adalah sampel komposit yang dibuat dengan mencampurkan sampel bijih alluvial, bijih primer, konsentrat low grade dan konsentrat high grade dengan perbandingan massa yang sama. Larutan yang digunakan untuk percobaan ekstraksi pelarut merupakan larutan hasil digesti asam dengan menggunakan larutan HF 40% pada suhu 90oC selama 4 jam. Serangkaian percobaan ekstraksi pelarut dilakukan dengan variasi pH larutan aqueous, nisbah volume larutan organik terhadap volume larutan aqueous (O/A), konsentrasi MIBK (v/v), waktu ekstraksi dan nisbah volume larutan aqueous terhadap volume larutan organik (A/O) pada tahap stripping Nb dan Ta. Konsentrasi Nb dan Ta dalam fasa aqueous yang digunakan sebagai data untuk menghitung efisiensi proses ekstraksi pelarut dan stripping diukur dengan menggunakan Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry (ICP-MS), sementara konsentrasi logamlogam lainnya yang ikut terlarut diukur dengan metode Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil percobaan menunjukkan kondisi terbaik proses ekstraksi kolektif Nb dan Ta diperoleh pada suhu ruangan, konsentrasi ekstraktan 60%, O/A 1/1, pH -1,354, dan waktu ekstraksi 10 menit dengan persen ekstraksi Nb dan Ta masing-masing sebesar 99,59% dan 99,69%. Kondisi terbaik untuk proses stripping Nb diperoleh pada suhu ruangan dengan reagen stripping H2SO4 1M, A/O 7/1 dan waktu stripping 15 menit dengan persen stripping 85,26%, co-stripping Ta 10,89% dan ?Nb-Ta sebesar 47,34. Kondisi terbaik proses stripping Ta diperoleh pada suhu kamar, dengan akuades sebagai stripping agent, A/O 15/1, dan waktu stripping 20 menit dengan persen stripping Ta 47,34%, co-stripping Nb 5,92% dan ?Ta-Nb sebesar 15,79.