Article Details

PERANCANGAN LANSKAP LAHAN BASAH DI BANDARA INTERNASIONAL KUALA NAMU MEDAN SEBAGAI GERBANG NEGARA

Oleh   Sri Hartati [25211029]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.Ir. Budi Faisal,MAUD,MLA,;Dr. Devi Nandita Choesin, MSc.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SAPPK - Arsitektur
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek : Architecture
Kata Kunci : bandara, gangguan burung, rantai makanan, identitas negara
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 9 file
Tanggal Input : 2019-02-06 14:11:48

Bandara Internasional Kuala Namu terletak di Medan, Sumatra Utara. Bandara ini dibangun di atas lahan basah yang memiliki peranan sangat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan sehingga harus dijaga keberadaannya. Pada perancangan awal bandara, sebagian besar lahan basah dialihfungsikan menjadi fungsi-fungsi tertentu sehingga mengurangi volume penyimpanan air pada tapak. Untuk mengakomodasi aliran air permukaan, maka dibutuhkan area pengganti sebagai kompensasi lahan basah yang telah hilang sehingga dapat mencegah terjadinya banjir pada area bandara. Lahan basah sangat kaya akan keragaman hayati, terutama burung. Kondisi eksisting perancangan bandara Internasional Kuala Namu yang berupa lahan basah ini sangat bertolak belakang dengan syarat pembangunan sebuah bandara berdasarkan Surat Keputusan Departemen Perhubungan mengenai bahaya burung dalam kegiatan penerbangan (bird strike) yang menyatakan bahwa setiap area bandara harus bebas dari satwa liar. Permasalahan ini akan menjadi fokus utama dengan dasar peraturan tersebut dalam menentukan rancangan lanskap bandara yang sesuai dengan fungsi ekologi maupun keamanannya. Perekayasaan rantai makanan untuk mengurangi populasi burung menjadi salah satu fokus dalam penyelesaian masalah di dalam area bandara. Rantai makanan adalah rangkaian urutan konsumsi makanan yang terdiri dari beberapa organisme yang dirancang untuk mengurangi atau meningkatkan jumlah burung atau serangga, contohnya pemilihan tanaman yang tidak disukai burung atau perletakan spesies tanaman yang mengundang burung. onsep 'Gerbang Negara' digunakan sebagai bagian dari identitas Negara Indonesia melalui bentuk lanskap bandara yang terlihat jelas dari angkasa dan menjadi area pertama yang akan dilihat oleh pengunjung. Karakteristik yang khas untuk mengungkapkan identitas ini diaplikasikan pada lanskap seluruh kawasan, terutama untuk fungsi estetika dari berbagai sudut pandang seperti ketika dilihat dari angkasa, ketika pengunjung berada di dalam area terminal, hingga pengunjung meninggalkan bandara.