Article Details

PENDEKATAN MULTI ACTOR MULTI CRITERIA ANALYSIS (MAMCA)DALAM PEMILIHAN ALTERNATIF PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI: STUDI KASUS PEMILIHAN TRASE TOL AKSES PELABUHAN PATIMBAN, JAWA BARAT

Oleh   Aditya Rosadi [24217006]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Heru Purboyo Hidayat Putro, DEA;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SAPPK - Transportasi
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek : Transportation ; ground transportation
Kata Kunci : pemangku kepentingan, MAMCA, jalan tol
Sumber :
Staf Input/Edit : Yoninur Almira   Ena Sukmana
File : 12 file
Tanggal Input : 2019-01-10 14:49:04

Pembangunan Pelabuhan Patimban di Provinsi Jawa Barat berpotensi meningkatkan arus barang ekspor dan impor di wilayah Jawa Barat bagian utara. Adanya peningkatan arus barang akan berdampak pada peningkatan arus lalu lintas kendaraan angkutan barang baik menuju ataupun dari pelabuhan Patimban. Pada beberapa titik persimpangan menuju dan dari pelabuhan Patimban, V/C rasio jalan sudah mendekati angka 0,8 yang menunjukkan kepadatan arus lalu lintas, sementara kecepatan arus barang harus dipertahankan agar menciptakan dampak ekonomi positif dari hadirnya pelabuhan Patimban. Pemerintah telah mencantumkan pembangunan jalan tol Subang-Patimban dalam rencana tata ruang dan wilayah nasional. Hadirnya inisiasi pembangunan jalan tol dari investor sebagai alternatif jalan nasional perlu ditindaklanjuti sebagai antisipasi dampak-dampak ekonomi yang timbul. Penelitian ini melakukan analisa pemangku kepentingan dan kriteria yang mereka harapkan dalam pemilihan alternatif trase tol pelabuhan Patimban. Pemangku kepentingan didapatkan dari penjabaran tugas pokok dan fungsi pada peraturan perundang-undangan, pihak yang membutuhkan dan menggunakan prasarana transportasi tersebut serta terdampak langsung pembangunan akses jalan tol. Metodologi Multi Actor Multi Criteria Analysis (MAMCA) yang digunakan bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan kriteria antar pemangku kepentingan dari alternatif kriteria yang diberikan, menunjukkannya secara eksplisit dan memungkinkan pertimbangan berbagai tujuan pemangku kepentingan yang saling bertentangan dan membantu mengidentifikasi sinergi dan ketidaksepakatan antara berbagai kelompok pemangku kepentingan. Adanya perbedaan kriteria dan alternatif trase tol terpilih pada setiap pemangku kepentingan dapat menggambarkan tingkat kepentingan masing-masing. Pemilihan alternatif terpilih untuk seluruh pemangku kepentingan menggunakan dua metode perhitungan yaitu kesamaan bobot untuk seluruh pemangku kepentingan dan pembobotan jumlah kriteria yang menjadi pertimbangan pemangku kepentingan dalam menentukan alternatif trase terpilih. Hasil penghitungan alternatif terpilih untuk semua pemangku kepentingan dengan skenario I didapatkan alternatif trase tol III sebagai prioritas dengan nilai 0.358 sedangkan skenario II didapatkan alternatif trase tol I sebagai yang pilihan terbaik dengan nilai 0,386.