Article Details

PERAN MAJALAH POPULER ARSITEKTUR DALAM DISEMINASI INFORMASI ARSITEKTUR (KASUS: MAJALAH LARAS 2004-2008)

Oleh   NUR ALAM SADIKIN (NIM : 25207014)
Kontributor / Dosen Pembimbing : Pembimbing : Iwan Sudradjat, Ir., MSA, Ph.D; M. Prasetiyo E.Y., Ir., M.Arch
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SAPPK - Arsitektur
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek :
Kata Kunci : Majalah populer arsitektur, Analisis isi, Informasi arsitektur
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice D  
File : 8 file
Tanggal Input : 2017-09-27 15:24:10

Majalah populer arsitektur merupakan sebuah produk industri media yang menyampaikan informasi mengenai dunia arsitektur kepada khalayak luas, terutama berbentuk ulasan sebuah objek arsitektur yang telah terbangun. Semakin beragamnya judul majalah populer arsitektur di Indonesia memperlihatkan bahwa kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai arsitektur dewasa ini semakin meningkat. Akan tetapi para pelaku industri media sebagai penyaji dari informasi tersebut, tidak seluruhnya memiliki latar belakang keilmuan arsitektur. Penelitian ini mengkaji informasi arsitektural yang terdapat pada majalah populer arsitektur dari sudut pandang keilmuan arsitektur, dengan tujuan mengetahui sejauh mana peran majalah populer arsitektur dalam menyebarkan informasi mengenai keilmuan arsitektur. Penelitian ini memetakan informasi arsitektural yang ada pada 30 artikel majalah Laras dengan menggunakan metode analisis isi. Artikel yang ditelaah merupakan hasil dari sampling purposif terhadap 60 edisi majalah Laras yang terbit pada tahun 2004 hingga 2008. Penelitian juga melibatkan subjek yang berperan sebagai pengulas yang bertugas memberikan penilaian atas kualitas dari informasi di dalam artikel. Pemetaan dan penilaian terhadap informasi di dalam artikel didasarkan kepada enam aspek, yaitu: kontekstual, biografi, proses, metode, asosiasi dan penggunaan. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa aspek-aspek informasi arsitektural yang disajikan dalam majalah Laras memiliki kualitas yang cukup memadai, kecuali pada informasi aspek penggunaan. Kekuatan dari majalah Laras terletak pada kontinyuitas penerbitan yang telah berlangsung selama 23 tahun, sehingga memiliki kekayaan dalam keragaman objek arsitektur yang disajikan. Sementara kelemahan dari majalah Laras terletak pada subjektivitas penulis dalam menyajikan informasi. Dengan melihat kepada kekuatan dan kelemahan pada majalah Laras, hasil studi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi upaya peningkatan kualitas informasi dalam majalah populer arsitektur di Indonesia.