digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini membahas inovasi kemasan pada UMKM Legieta Boga Priangan (Wajit Cililin) untuk meningkatkan kesesuaian produk dengan kebutuhan pasar modern tanpa menghilangkan identitas produk tradisional sebagai oleh-oleh. Studi ini berangkat dari kelangkaan pasokan daun jagung sebagai bahan kemasan terutama pada periode Idulfitri dan potensi inovasi kemasan untuk masuk ke pasar baru. Tujuan penelitian meliputi: (1) mengidentifikasi preferensi konsumen terhadap kemasan Wajit Cililin berdasarkan Value Proposition Canvas, (2) merumuskan perbaikan yang diperlukan melalui umpan balik konsumen hingga menghasilkan pengembangan prototipe pada iterasi kedua, dan (3) menyusun implementation plan sebagai panduan penerapan kemasan baru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan 13 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan evaluasi langsung terhadap prototipe kemasan, sehingga temuan mencerminkan kebutuhan, persepsi, serta pengalaman responden saat berinteraksi dengan kemasan. Dihasilkan 9 preferensi konsumen terhadap wajit cililin yang kemudian menjadi dasar pembuatan prototype. Hasil iterasi pertama sudah menjawab kebutuhan fungsional, namun aspek daya tarik visual dan penguatan identitas merek masih perlu ditingkatkan. Masukan tersebut diterjemahkan menjadi penyempurnaan pada iterasi kedua, mencakup desain, warna dan typography sehingga mendorong tampilan yang lebih premium. Pada tahap akhir, penelitian menghasilkan implementation plan yang memetakan langkah implementasi agar inovasi kemasan dapat dijalankan. Secara teoretis, studi ini memperlihatkan penerapan terstruktur integrasi Product Market Fit dan Value Proposition Canvas pada konteks produk tradisional Indonesia, yang masih jarang dibahas dalam literatur pemasaran UMKM.