Perubahan suhu permukaan laut (SPL) merupakan faktor lingkungan penting yang
memengaruhi pertumbuhan karang masif Porites. Karang ini mampu merekam kondisi
lingkungan melalui perlapisan pertumbuhan tahunan, sehingga menjadi arsip
perubahan iklim laut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan variabilitas SPL
terhadap pertumbuhan skeletal tahunan karang Porites di Teluk Banten pada tiga zona
perairan, yaitu Pulau Kalih (inshore), Pulau Panjang (nearshore), dan Pulau Tunda
(offshore). Penelitian dilakukan melalui rekonstruksi data SPL periode 2012 – 2024
menggunakan data pengukuran in situ dan citra satelit, kalibrasi densitas skeletal
menggunakan citra CT-Scan, pengukuran parameter pertumbuhan skeletal tahunan
(densitas skeletal dan laju kalsifikasi), analisis hubungan statistik menggunakan
korelasi dan regresi linier, serta identifikasi intensitas termal Degree Heating Week
(DHW) dan fenomena Marine Heatwaves (MHW). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa densitas skeletal dan laju kalsifikasi bervariasi antar lokasi penelitian, dengan
nilai rata-rata tertinggi ditemukan pada Pulau Panjang yaitu 1,46 g/cm3 (densitas) dan
1,75 g/cm2/tahun (laju kalsifikasi). Secara umum, densitas skeletal dan laju kalsifikasi
pada seluruh koloni menunjukkan kecenderungan menurun selama periode
pengamatan. Hubungan antara SPL dan parameter pertumbuhan skeletal juga bervariasi
antar lokasi. Korelasi negatif kuat dan signifikan antara SPL dan laju kalsifikasi hanya
ditemukan pada koloni Pulau Kalih (r = -0,604; p < 0,05), sedangkan hubungan pada
Pulau Panjang dan Pulau Tunda relatif lemah dan tidak signifikan. Analisis stres termal
menunjukkan bahwa tahun 2016 merupakan periode anomali SPL positif tertinggi yang
disertai peningkatan frekuensi MHW dan akumulasi DHW hingga 3,75 °C-weeks.
Kondisi tersebut diikuti oleh penurunan laju kalsifikasi pada koloni di Pulau Panjang
dan Pulau Tunda, sedangkan koloni di Pulau Kalih menunjukkan penurunan yang lebih
nyata pada tahun-tahun berikutnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan
SPL dan stres termal tidak memberikan respons pertumbuhan yang seragam pada
karang Porites. Variasi respons antar lokasi mengindikasikan bahwa kondisi
lingkungan lokal berperan dalam menentukan sensitivitas karang terhadap perubahan
iklim.
Perpustakaan Digital ITB