digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Ken Dedes
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Perubahan suhu permukaan laut (SPL) merupakan faktor lingkungan penting yang memengaruhi pertumbuhan karang masif Porites. Karang ini mampu merekam kondisi lingkungan melalui perlapisan pertumbuhan tahunan, sehingga menjadi arsip perubahan iklim laut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan variabilitas SPL terhadap pertumbuhan skeletal tahunan karang Porites di Teluk Banten pada tiga zona perairan, yaitu Pulau Kalih (inshore), Pulau Panjang (nearshore), dan Pulau Tunda (offshore). Penelitian dilakukan melalui rekonstruksi data SPL periode 2012 – 2024 menggunakan data pengukuran in situ dan citra satelit, kalibrasi densitas skeletal menggunakan citra CT-Scan, pengukuran parameter pertumbuhan skeletal tahunan (densitas skeletal dan laju kalsifikasi), analisis hubungan statistik menggunakan korelasi dan regresi linier, serta identifikasi intensitas termal Degree Heating Week (DHW) dan fenomena Marine Heatwaves (MHW). Hasil penelitian menunjukkan bahwa densitas skeletal dan laju kalsifikasi bervariasi antar lokasi penelitian, dengan nilai rata-rata tertinggi ditemukan pada Pulau Panjang yaitu 1,46 g/cm3 (densitas) dan 1,75 g/cm2/tahun (laju kalsifikasi). Secara umum, densitas skeletal dan laju kalsifikasi pada seluruh koloni menunjukkan kecenderungan menurun selama periode pengamatan. Hubungan antara SPL dan parameter pertumbuhan skeletal juga bervariasi antar lokasi. Korelasi negatif kuat dan signifikan antara SPL dan laju kalsifikasi hanya ditemukan pada koloni Pulau Kalih (r = -0,604; p < 0,05), sedangkan hubungan pada Pulau Panjang dan Pulau Tunda relatif lemah dan tidak signifikan. Analisis stres termal menunjukkan bahwa tahun 2016 merupakan periode anomali SPL positif tertinggi yang disertai peningkatan frekuensi MHW dan akumulasi DHW hingga 3,75 °C-weeks. Kondisi tersebut diikuti oleh penurunan laju kalsifikasi pada koloni di Pulau Panjang dan Pulau Tunda, sedangkan koloni di Pulau Kalih menunjukkan penurunan yang lebih nyata pada tahun-tahun berikutnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan SPL dan stres termal tidak memberikan respons pertumbuhan yang seragam pada karang Porites. Variasi respons antar lokasi mengindikasikan bahwa kondisi lingkungan lokal berperan dalam menentukan sensitivitas karang terhadap perubahan iklim.