Kandungan Bahang Laut (KBL) merupakan jumlah energi panas yang tersimpan di
dalam laut dan berperan penting dalam sistem iklim global. Penelitian ini bertujuan
menganalisis variabilitas KBL di Laut Halmahera serta hubungannya dengan
fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) selama periode 2014–2023. Data
temperatur dan densitas diperoleh dari model reanalisis global Copernicus yang
diverifikasi menggunakan data observasi in situ di Teluk Buli, sedangkan kejadian
ENSO direpresentasikan oleh Ocean Niño Index (ONI). KBL dihitung
menggunakan metode integrasi vertikal pada kedalaman 0–100 m, 0–300 m, dan
kedalaman total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KBL tertinggi terkonsentrasi
di bagian utara dan timur Laut Halmahera yang berhubungan langsung dengan
Samudra Pasifik. Secara temporal, KBL menunjukkan tren peningkatan pada
seluruh lapisan kedalaman. Nilai anomali terendah terjadi saat El Niño 2015–2016,
sedangkan nilai tertinggi terjadi selama La Niña 2020–2023 akibat akumulasi
massa air hangat. Profil vertikal menunjukkan lapisan tercampur berada pada
kedalaman 0–50 m dengan suhu sekitar 29–30°C dan lapisan termoklin ditemukan
hingga kedalaman 300 m. Variabilitas KBL dipengaruhi kuat oleh ENSO dengan
hubungan negatif yang sangat kuat. Pada saat El Niño kuat tahun 2015–2016, ketika
nilai ONI meningkat hingga lebih dari 2,0, KBL total menurun tajam hingga sekitar
-600 × 1018 J akibat berkurangnya akumulasi massa air hangat di wilayah Indonesia
timur. Sebaliknya, selama La Niña berkepanjangan pada periode 2020–2023, ketika
ONI bertahan hingga sekitar -1,0, KBL meningkat hingga mendekati 900 × 1018 J
pada akhir tahun 2022 akibat peningkatan akumulasi massa air hangat di Pasifik
Barat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabilitas KBL di Laut
Halmahera sangat dipengaruhi oleh ENSO (koefisien korelasi sebesar -0,75
terhadap KBL kedalaman total), terutama melalui dinamika termoklin dan laut
dalam sebagai penyimpan utama energi panas.
Perpustakaan Digital ITB