Persaingan yang semakin ketat pada industri kafe di Bandung membuat
mempertahankan kinerja bisnis menjadi semakin menantang. Gerai Dipati Ukur
(DU) Foursis Café mengalami pertumbuhan pendapatan yang stagnan, sehingga
kondisi bisnisnya saat ini perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang membentuk kinerja bisnis gerai
DU, mendeskripsikan strategi pemasaran yang berjalan saat ini, serta merumuskan
tindakan strategi pemasaran untuk meningkatkan kinerja pendapatannya.
Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan wawancara semi
terstruktur dengan pelanggan, calon pelanggan, dan pihak internal Foursis.
Wawancara dianalisis menggunakan analisis tematik, dengan tema-tema yang
dihasilkan diinterpretasikan melalui VRIO dan Porter's Five Forces, sementara
strategi pemasaran yang berjalan dianalisis secara deskriptif melalui bauran
pemasaran 7P. Kedua hasil analisis digabungkan dalam analisis SWOT dan
dipasangkan dalam matriks TOWS sebagai dasar penyusunan strategi. Hasil
penelitian menunjukkan secara internal, kekuatan gerai bernilai namun tidak
langka, sehingga posisinya setara dengan pesaing, sedangkan kelemahannya
terletak pada faktor keunikan, penyajian menu, lingkungan fisik, dan kapabilitas
internal. Secara eksternal, intensitas persaingan dan daya tawar pembeli tinggi,
ancaman produk substitusi sedang, dan daya tawar pemasok rendah. Strategi yang
berjalan menawarkan rangkaian makanan dan minuman yang lengkap,
dipromosikan melalui iklan daring dan media sosial, dalam suasana yang homey
di kawasan dekat beberapa universitas. Pesanan dilayani secara dine-in maupun
melalui GrabFood oleh staf berjumlah kecil dengan alur layanan yang standar.
Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan agar gerai
mengembangkan gyoza menjadi produk khas, memfokuskan promosi pada konten
bertema bekerja dari kafe dan mikro-influencer, mencari peluang kerja sama
berbagi lahan parkir dengan usaha di sekitar, menambah staf untuk memperkuat
fungsi riset dan pengembangan, serta mengubah sebagian area luar ruangan
menjadi area dalam ruangan disertai perbaikan tata letak tempat duduk, fasilitas
pendukung, dan tampak depan.
Perpustakaan Digital ITB