Penurunan daya beli masyarakat Aceh sangat terasa saat ini, apalagi Aceh dikenal
sebagai provinsi termiskin di Sumatera. Paparan pandemi COVID-19 juga
memperburuk kawasan ini dengan meningkatnya pengangguran dan pemutusan
hubungan kerja (PHK). Oleh karena itu, industri kreatif sangat didukung oleh
pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut, tidak terkecuali industri jasa
makanan.
Sebelum diberhentikan sementara pada awal tahun 2021, Burgerify sudah
beroperasi setidaknya selama setengah tahun di Banda Aceh. Meskipun bisnis ini
dapat menyediakan burger berkualitas dengan harga terjangkau untuk menarik
pelanggan sasaran, justru gagal mempertahankan dan memperoleh pelanggan
ketika Burgerify mengetahui segmen yang di target ternyata berasal dari pelanggan
dengan daya beli rendah. Oleh sebab itu, Burgerify memerlukan usulan strategi baru
untuk mendapatkan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dalam melayani
segmen pelanggan yang ditargetkan dan bersaing dengan pesaingnya dari ancaman
tertinggi hingga ancaman terendah seperti: pesaing sekunder (bisnis kebab),
pesaing langsung (bisnis burger premium), dan pesaing tidak langsung (bisnis
burger tingkat kedua).
Strategi baru kemudian dirumuskan berdasarkan analisis eksternal yang mencakup
Porter’s Five Forces, dan analisis internal yang mencakup Analisis Proses Bisnis
dan Analisis VRIO. Kemudian, semua temuan yang diperlukan dari analisis
eksternal dan internal ini dikumpulkan untuk membangun akar penyebab masalah
dengan menggunakan Diagram Fishbone. Akar penyebab masalah dari penelitian
ini adalah “mendapatkan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dalam daya
beli konsumen yang rendah.” Menanggapi pernyataan masalah tersebut, penulis
mengusulkan strategi seperti Strategi Porter’s Generic, Bisnis Model Canvas, dan
alat pembuktian strategi yang disebut dengan Strategy Diamond Model. Akibatnya,
strategi yang disebut sebagai cost-focus diusulkan, dan mengarah ke rencana
pembangunan unit bisnis baru yang berfokus pada B2B (bisnis-ke-bisnis). Bisnis
baru tersebut kemudian akan bertindak sebagai pemasok untuk unit B2C (bisnis-kekonsumen),
yang diharapkan akan berubah menjadi bisnis waralaba kemudian.
Perpustakaan Digital ITB