PT Kereta Api Indonesia (Persero) sedang dalam pergerakan pada transformasi digital dan operasional dengan skala nasional, yang membutuhkan Sistem Manajemen Bakat (TMS) yang kuat yang mampu mempertahankan bakat manajerialnya yang penting. Saat ini perusahaan telah mencapai target pemenuhan tenaga kerjanya, namun keberlanjutan jalur bakatnya masih rentan karena kesenjangan yang terus-menerus dalam mengisi posisi penting dan meningkatnya risiko kehilangan pemimpin masa depan yang berpotensi tinggi. Masalah inti terletak pada tidak adanya Program Retensi Bakat Strategis yang terintegrasi dan formal, yang mengakibatkan fokus reaktif pada penggantian lowongan daripada keamanan bakat jangka panjang yang proaktif. Jika tidak ditangani, kesenjangan desain strategis ini mengancam kemampuan PT KAI untuk mempertahankan inovasi, keandalan operasional, kinerja keselamatan, dan kepercayaan publik di sepanjang perjalanan prosesnya. Tesis ini bertujuan untuk mengusulkan program retensi bakat strategis untuk memperkuat TMS PT KAI, memastikan kesinambungan peran penting dan keselarasan antara prioritas sumber daya manusia Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan memanfaatkan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan lima talenta tingkat BOD-3 terpilih yang mewakili posisi manajerial kunci dalam organisasi. Data wawancara dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif untuk menangkap pengalaman, persepsi, dan wawasan peserta mengenai praktik manajemen dan retensi talenta yang ada. Temuan ini mengungkapkan bahwa meskipun banyak praktik manajemen bakat dipersepsikan positif, tiga dimensi mewakili prioritas peningkatan penting untuk mengurangi risiko retensi: Keseimbangan Kehidupan Kerja, Karier & Pengembangan, dan Penghargaan & Pengakuan. Berdasarkan temuan ini, studi ini mengusulkan delapan Program Retensi Bakat Strategis, termasuk inisiatif prioritas seperti Program Mobilitas Kepemimpinan Siap Masa Depan dan Program Integrasi & Kesejahteraan Kehidupan Kerja. Inisiatif ini bertujuan untuk mengubah TMS dari sistem administratif reaktif menjadi kerangka kerja strategis proaktif yang memperkuat ketahanan organisasi dan mendukung hasil transformasi berkelanjutan. Studi ini berkontribusi secara teoritis dengan menunjukkan dampak strategis dari praktik manajemen bakat yang berfokus pada retensi di perusahaan milik negara.
Perpustakaan Digital ITB