Usaha Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memegang peranan strategis dalam perekonomian Indonesia, khususnya melalui subsektor kuliner yang menjadi kontributor terbesar dalam ekonomi kreatif serta penghubung langsung antara sistem produksi pangan dan pengalaman konsumsi. Meskipun menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan yang kuat, UMKM kuliner menghadapi tantangan ilmiah dan praktis berupa meningkatnya intensitas persaingan, homogenisasi produk, serta keterbatasan diferensiasi yang sulit dijawab melalui strategi konvensional berbasis harga dan efisiensi. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan pendekatan strategis alternatif yang mampu menjelaskan bagaimana nilai dapat diciptakan secara kolaboratif dan berkelanjutan dalam konteks UMKM.
Co- creation telah diakui dalam literatur sebagai pendekatan strategis untuk menciptakan nilai bersama dengan pelanggan dan mitra eksternal. Namun, kajian co-creation pada UMKM, khususnya UMKM kuliner, masih menghadapi keterbatasan konseptual dan empiris. Studi-studi sebelumnya cenderung terfragmentasi, berfokus pada praktik co-creation yang terisolasi, menekankan satu tahap interaksi tertentu, atau bersifat konseptual tanpa memetakan cocreation secara sistematis di sepanjang rantai nilai. Selain itu, masih terbatas pemahaman mengenai mekanisme psikologis konsumen yang menjembatani cocreation dan hasil relasional, serta bagaimana co-creation berfungsi sebagai kapabilitas organisasi usaha UMKM kuliner yang mendorong diferensiasi strategis dan kinerja bisnis multidimensional. Kesenjangan inilah yang mendasari pentingnya penelitian ini dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka co-creation yang integratif dan kontekstual bagi UMKM kuliner di Indonesia dengan menggabungkan empat dimensi utama, yaitu: (1) pemetaan tipologi co-creation di sepanjang rantai nilai UMKM kuliner, (2) pengujian mekanisme psikologis konsumen sebagai penghubung antara co-creation dan hasil relasional, (3) analisis nilai kolaboratif yang dipersepsikan konsumen dalam kemitraan dan kolaborasi merek, serta (4) peran kapabilitas co-creation sebagai kapabilitas organisasi usaha yang mendorong diferensiasi dan kinerja bisnis multidimensional.
Penelitian ini dibangun melalui beberapa tahapan riset yang saling terintegrasi. Tahap pertama merupakan studi kualitatif untuk memetakan tipologi co-creation di sepanjang rantai nilai UMKM kuliner, meliputi tahap pengadaan, produksi, pengembangan produk, pemasaran, distribusi, dan interaksi dengan pelanggan. Tahap ini didasarkan pada proposisi bahwa co-creation tidak bersifat tunggal, melainkan tertanam sebagai praktik yang berbeda pada setiap tahapan rantai nilai dengan aktor dan logika penciptaan nilai yang beragam. Tahap kedua dan ketiga merupakan studi kuantitatif yang menguji hipotesis mengenai pengaruh cocreation terhadap keterlibatan, kepuasan, dan kepercayaan konsumen, serta peran nilai kolaboratif yang dipersepsikan dalam memengaruhi niat beli dan evaluasi merek. Tahap terakhir menguji asumsi bahwa kapabilitas co-creation, ketika didukung oleh enabler kolaborasi dan digitalisasi, berfungsi sebagai sumber daya tidak berwujud yang sulit ditiru dan berdampak signifikan pada diferensiasi serta kinerja bisnis UMKM kuliner.
Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-method). Data kualitatif dianalisis melalui pendekatan tematik untuk menghasilkan pemetaan tipologi co-creation berbasis rantai nilai, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan structural equation modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antar konstruk pada tingkat konsumen dan organisasi usaha UMKM kuliner. Pendekatan ini memungkinkan integrasi antara pemahaman prosesual dan pengujian hubungan kausal secara empiris.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa co-creation merupakan praktik multidimensional yang tertanam di sepanjang rantai nilai UMKM kuliner. Pada level konsumen, co-creation terbukti meningkatkan keterlibatan, kepuasan, dan kepercayaan yang berperan sebagai mekanisme psikologis kunci dalam memperkuat hubungan dan perilaku konsumen. Dalam konteks kolaborasi dan kemitraan merek, nilai kolaboratif yang dipersepsikan konsumen terbukti berkontribusi signifikan terhadap niat beli dan evaluasi merek. Pada level organisasi usaha, kapabilitas co-creation, yang diperkuat oleh tata kelola kolaborasi dan digitalisasi, mendorong diferensiasi serta kinerja bisnis multidimensional UMKM kuliner.
Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur cocreation dengan memperluas perspektif dari pendekatan berbasis interaksi yang terfragmentasi menuju kerangka berbasis rantai nilai dan kapabilitas organisasi. Secara praktis, penelitian ini memberikan implikasi strategis bagi pelaku UMKM kuliner dan pembuat kebijakan dalam merancang dan mengimplementasikan strategi co-creation yang terstruktur, kontekstual, dan berkelanjutan untuk memperkuat daya saing UMKM di pasar berkembang.
Perpustakaan Digital ITB