digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN merupakan badan usaha milik negara di Indonesia dengan bisnis inti adalah penyediaan listrik, terutama dalam pembangkitan, transmisi dan distribusi. PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah merupakan salah satu unit PT PLN (Persero) yang berlokasi di Bandung yang bertanggung jawab atas pembangunan proyek infrastruktur ketenagalistrikan (pembangkit listrik, transmisi dan gardu induk) di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Beberapa target proyek PLN UIP JBT selesai melampaui target waktu dan masih banyak target proyek infrastruktur ketenagalistrikan yang harus diselesaikan PLN UIP JBT. Keberhasilan proyek dan perencanaannya meningkat secara signifikan dengan penerapan strategi bisnis dan manajemen risiko yang efektif. Oleh karena itu, perbaikan strategi bisnis untuk implementasi manajemen risiko PLN UIP JBT diperlukan sehingga target penyelesaian proyek di masa mendatang dapat diselesaikan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi kasus kualitatif. Metode pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi partisipan di PLN UIP JBT dan diskusi dengan para pakar di PLN UIP JBT dari 5 Departemen dan 3 Sub Departemen. Sedangkan, untuk metode pengumpulan data sekunder dilakukan dengan mempelajari data dan laporan internal, regulasi internal dan eksternal, buku, jurnal, dan data dari internet. Metode analisis data menggunakan proses manajemen strategis yang meliputi analisis lingkungan eksternal (analisis lingkungan umum, analisis industri, dan analisis pesaing), analisis internal organisasi (analisis sumber daya, analisis kapabilitas, analisis kompetensi inti, analisis rantai nilai, dan peta sistem aktivitas), analisis SWOT, dan matriks TOWS. Selanjutnya, metode analisis data menggunakan proses manajemen risiko yang meliputi ruang lingkup, konteks, kriteria, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, dan penanganan risiko. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi kepemimpinan biaya merupakan pendekatan strategis yang paling tepat bagi PLN UIP JBT. Strategi kepemimpinan biaya untuk PLN UIP JBT berfokus pada efisiensi operasional, kolaborasi, digitalisasi, keberlanjutan, pengembangan kapabilitas, dan optimalisasi aset. Strategi ini akan mengurangi pemborosan, meningkatkan pemanfaatan sumber daya, dan keberlanjutan finansial untuk menyelesaikan proyek infrastruktur ketenagalistrikan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya. PLN UIP JBT menghadapi 16 risiko yang terdiri dari 15 risiko negatif dan 1 risiko positif. Risiko PLN UIP JBT yang teridentifikasi adalah risiko terkait penganggaran, desain proyek, pengadaan, perizinan, pengadaan tanah, hukum, kesehatan dan keselamatan kerja, material, waktu penyelesaian proyek, kontrak, serah terima proyek, pembayaran proyek dan pendapatan lainnya. Mitigasi risiko untuk PLN UIP JBT berfokus pada koordinasi pemangku kepentingan, kepatuhan regulasi, kerja sama, kolaborasi dengan pihak terkait, dan digitalisasi. Penelitian ini memberikan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti terkait perbaikan strategi bisnis untuk implementasi manajemen risiko PLN UIP JBT dalam penyelesaian proyek infrastruktur ketenagalistrikan yang tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya.