PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN merupakan badan usaha milik
negara di Indonesia dengan bisnis inti adalah penyediaan listrik, terutama dalam
pembangkitan, transmisi dan distribusi. PT PLN (Persero) Unit Induk
Pembangunan Jawa Bagian Tengah merupakan salah satu unit PT PLN (Persero)
yang berlokasi di Bandung yang bertanggung jawab atas pembangunan proyek
infrastruktur ketenagalistrikan (pembangkit listrik, transmisi dan gardu induk) di
Jawa Barat dan Jawa Tengah. Beberapa target proyek PLN UIP JBT selesai
melampaui target waktu dan masih banyak target proyek infrastruktur
ketenagalistrikan yang harus diselesaikan PLN UIP JBT. Keberhasilan proyek dan
perencanaannya meningkat secara signifikan dengan penerapan strategi bisnis dan
manajemen risiko yang efektif. Oleh karena itu, perbaikan strategi bisnis untuk
implementasi manajemen risiko PLN UIP JBT diperlukan sehingga target
penyelesaian proyek di masa mendatang dapat diselesaikan tepat waktu, tepat mutu,
dan tepat biaya.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi kasus kualitatif. Metode
pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi partisipan di PLN UIP JBT
dan diskusi dengan para pakar di PLN UIP JBT dari 5 Departemen dan 3 Sub
Departemen. Sedangkan, untuk metode pengumpulan data sekunder dilakukan
dengan mempelajari data dan laporan internal, regulasi internal dan eksternal, buku,
jurnal, dan data dari internet. Metode analisis data menggunakan proses manajemen
strategis yang meliputi analisis lingkungan eksternal (analisis lingkungan umum,
analisis industri, dan analisis pesaing), analisis internal organisasi (analisis sumber
daya, analisis kapabilitas, analisis kompetensi inti, analisis rantai nilai, dan peta
sistem aktivitas), analisis SWOT, dan matriks TOWS. Selanjutnya, metode analisis
data menggunakan proses manajemen risiko yang meliputi ruang lingkup, konteks,
kriteria, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, dan penanganan risiko.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi kepemimpinan biaya merupakan
pendekatan strategis yang paling tepat bagi PLN UIP JBT. Strategi kepemimpinan
biaya untuk PLN UIP JBT berfokus pada efisiensi operasional, kolaborasi,
digitalisasi, keberlanjutan, pengembangan kapabilitas, dan optimalisasi aset.
Strategi ini akan mengurangi pemborosan, meningkatkan pemanfaatan sumber
daya, dan keberlanjutan finansial untuk menyelesaikan proyek infrastruktur ketenagalistrikan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya. PLN UIP JBT
menghadapi 16 risiko yang terdiri dari 15 risiko negatif dan 1 risiko positif. Risiko
PLN UIP JBT yang teridentifikasi adalah risiko terkait penganggaran, desain
proyek, pengadaan, perizinan, pengadaan tanah, hukum, kesehatan dan
keselamatan kerja, material, waktu penyelesaian proyek, kontrak, serah terima
proyek, pembayaran proyek dan pendapatan lainnya. Mitigasi risiko untuk PLN
UIP JBT berfokus pada koordinasi pemangku kepentingan, kepatuhan regulasi,
kerja sama, kolaborasi dengan pihak terkait, dan digitalisasi. Penelitian ini
memberikan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti terkait perbaikan strategi
bisnis untuk implementasi manajemen risiko PLN UIP JBT dalam penyelesaian
proyek infrastruktur ketenagalistrikan yang tepat waktu, tepat mutu, dan tepat
biaya.
Perpustakaan Digital ITB