PT Pertamina (Persero) menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan pasokan dan permintaan bahan bakar diesel dan jet, yang mengakibatkan peningkatan biaya logistik, ketersediaan bahan bakar untuk memenuhi permintaan publik, ketidakpuasan publik, dan tantangan dalam mencapai kemandirian energi dan mengurangi defisit neraca perdagangan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah ketidaksesuaian antara perkiraan permintaan dan perencanaan produksi bahan bakar diesel dan jet di Pertamina strategi untuk mengatasinya. Studi ini menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif, menggunakan data primer dan sekunder, dalam kerangka Six Sigma DMAIC.
Secara keseluruhan, berdasarkan hasil analisis, perencanaan permintaan dan produksi masih suboptimal terlihat dari nilai MAPE perencanaan permintaan diesel 5,89% dan 11,26% untuk bahan bakar jet, keduanya di atas batas SLA 5%. Akar penyebab kondisi ini adalah mekanisme yang suboptimal untuk memprediksi permintaan secara akurat. Perencanaan produksi kilang juga suboptimal, dengan MAPE sebesar 2,88% untuk perencanaan produksi diesel dan 8,27% untuk bahan bakar jet. Diesel berada dalam kisaran yang diizinkan, tetapi bahan bakar jet berada di atas batas SLA 5%. Akar penyebab kondisi ini adalah prediksi permintaan yang tidak akurat, jadwal perbaikan yang tidak sesuai dengan kondisi permintaan, dan waktu henti operasional yang tidak terjadwal. Metode hibrida disimulasikan untuk meningkatkan akurasi perencanaan permintaan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa untuk bahan bakar diesel, model hibrida ARIMA–XGBoost menghasilkan MAPE sebesar 4,21%, dan untuk bahan bakar jet, model SARIMA–LSTM menghasilkan MAPE sebesar 4,00%, keduanya berada dalam batas SLA yang ditentukan. Selain itu, strategi solusi yang diusulkan mencakup penyesuaian proses bisnis dan target kinerja, penyesuaian jadwal perbaikan berdasarkan permintaan musiman, dan pemeliharaan preventif digital, yang didukung oleh grafik kontrol, dasbor pemantauan, audit, dan standardisasi. Solusi ini diharapkan dapat diimplementasikan sebagai inisiatif strategis untuk mengatasi masalah yang muncul.
Perpustakaan Digital ITB