digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Proyek Infrastruktur Panas Bumi Mataloko merupakan paket infrastruktur pendukung pelaksanaan drilling dan pengembangan panas bumi di Indonesia. Keberhasilan penyelesaian proyek infrastruktur tersebut menentukan kesiapan tahapan selanmjutnya serta sebagai enabling penyediaan listrik rendah karbon yang andal dan berkelanjutan untuk mendukung transisi energi Indonesia. Namun demikian, terdapat keterlambatan penyelesaian Proyek tersebut dengan akumulasi selama 829 hari yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesiapan tahapan selanjutnya serta pencapaian agenda pengembangan energi panas bumi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasikan dan mengukur faktor-faktor yang berhubungan dengan keterlambatan, menentukan faktor mana yang prioritas untuk dilakukan intervensi, serta merumuskan strategi peningkatan sistem manajemen proyek untuk infrastruktur Mataloko Geothermal dan future project. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 74 responden yang terlibat langsung dalam pembangunan infrastruktur Mataloko Geothermal. Data diuji menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modelling (PLS-SEM) dengan bukti proyek dan diagnosis PMBOK sebagai perkuatan interpretasi manejerial atas hasil analisis. Tiga hypothesis didukung, dimana Finansial merupakan pengaruh terbesar (?=0,409), disusul Resources (?=0,394) serta External (?=0, 391). Faktor Planning, Design, Contractor dan Owner tidak menunjukkan pengaruh langsung, meskipun tata kelola Owner tetap penting sebagai mekanisme pendukung untuk pengambilan keputusan dan penyelesaian kendala. Model ini menjelaskan 59,5% varians Impact Project Delay. Dari hasil analisis dan discussion of findings, empat strategi dirumuskan yaitu Cash-Flow Continuity and Contractual Payment Alignment; Resource-Loaded Lookahead Planning and Production Reliability; External Stakeholder Readiness and Social Licence Assurance; and Owner Governance and Decision Acceleration. Penelitian ini menghasilkan evidence-based framework untuk memperkuat kesiapan workfront, kepastian penyelesaian proyek serta acceleration decision making Owner pada Infrastruktur Mataloko Geothermal.