Indonesia telah menetapkan target pengembangan energi terbarukan yang
ambisius melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.
Namun, realisasinya masih tertinggal. Selama 2021–2024, kapasitas pembangkit
energi terbarukan yang mencapai Commercial Operation Date (COD) hanya
1.606,18 MW dari target 5.096 MW. Realisasi pengadaan juga menurun signifikan
dari tahap inisiasi hingga penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik
(PJBL), yang menunjukkan bahwa pengadaan merupakan salah satu hambatan
utama dalam implementasi rencana proyek. Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi hambatan pengadaan energi terbarukan, mengkaji persepsi
pemangku kepentingan, dan menentukan strategi pengadaan yang paling tepat
untuk meningkatkan implementasi proyek energi terbarukan dalam RUPTL 2025
2034.
Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran melalui analisis data
sekunder, survei pemangku kepentingan, dan penilaian ahli. Kesenjangan kinerja
dianalisis menggunakan data inisiasi pengadaan, penyelesaian dokumen tender,
penandatanganan PPA, dan pencapaian COD. Akar masalah diidentifikasi
menggunakan Analisis Masalah Kepner–Tregoe dan Diagram Tulang Ikan,
didukung analisis SWOT dan PESTEL. Alternatif strategi pengadaan kemudian
diprioritaskan menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan pengadaan terutama berkaitan
dengan proses yang berulang, fragmentasi proyek, perbedaan tingkat kesiapan,
kompleksitas koordinasi, bankabilitas proyek, respons pasar terhadap desain
tender, serta terbatasnya daya tarik paket proyek berskala kecil. Hasil AHP
menunjukkan bahwa strategi Bundling: Multi-Winner–Multi-PPA merupakan
alternatif prioritas utama dengan bobot global 0,399. Penelitian ini
merekomendasikan standardisasi dokumen pengadaan, alokasi risiko PPA yang
seimbang, dan penguatan prakualifikasi pengembang. Penelitian ini juga
menghasilkan kerangka pengadaan multikriteria yang menghubungkan
perencanaan energi terbarukan, perspektif pemangku kepentingan, dan
pelaksanaan pengadaan dalam konteks perusahaan listrik yang terintegrasi secara
vertikal
Perpustakaan Digital ITB