digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Vitruvian Indonesia, sebuah perusahaan konstruksi yang berbasis di Magelang menghadapi tantangan dalam mengakuisisi proyek baru terutama untuk proyek renovasi rumah. Dalam rangka memahami faktor-faktor yang memengaruhi niat menggunakan jasa oleh klien, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh elemen bauran pemasaran 7P (product, price, place, promotion, people, process, physical evidence) dan risiko yang dipersepsikan (financial risk, performance risk, social risk, psychological risk) terhadap minat beli pelanggan dalam memilih jasa renovasi rumah. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui survei terhadap responden yang memiliki rencana renovasi rumah, kemudian dianalisis menggunakan metode SEM-PLS untuk menganalisa signifikansi hubungan antara variabel dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari elemen bauran pemasaran dan risiko yang dipersepsikan, hanya price dan promotion yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli pelanggan, sedangkan product, place, people, process, physical evidence, financial risk, performance risk, social risk, dan psychological risk tidak berpengaruh signifikan. Penemuan ini memberikan wawasan penting bagi penyedia jasa renovasi rumah dalam menyusun strategi pemasaran yang efektif. Berdasarkan hasil penelitian, Vitruvian Indonesia dapat mengoptimalkan tiga strategi utama, antara lain mempromosikan sistem pemanenan air hujan sebagai solusi krisis air, mengembangkan strategi harga dan pembayaran yang menekankan keterjangkauan, dan meningkatkan efektivitas promosi untuk meningkatkan visibilitas dan daya saing merek. Dengan mengimplementasikan strategi ini, Vitruvian Indonesia berpotensi meningkatkan daya saing dalam industri jasa konstruksi.