digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini menyelidiki dinamika underpricing IPO, permintaan investor, dan dampak mekanisme batas harga Auto-Reject Atas (ARA) selama era Electronic Initial Public Offering (e-IPO) di Indonesia dari tahun 2021 hingga 2026. Meskipun terdapat modernisasi digital yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pasar primer dan aksesibilitas ritel, underpricing tetap menjadi anomali pasar yang persisten. Dengan menggunakan desain kuantitatif eksploratif, penelitian ini menganalisis sampel penuh sebanyak 257 IPO untuk statistik deskriptif dan subsampel sebanyak 25 IPO untuk analisis regresi Ordinary Least Squares (OLS). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata initial return yang substansial sebesar 15,94% pada sampel penuh, dengan 43,80% emiten baru yang langsung mencapai batas atas regulasi ARA pada hari pertama perdagangan. Hasil regresi menunjukkan hubungan yang lemah dan tidak signifikan secara statistik antara oversubscription dan initial return pada model konvensional. Namun, penambahan variabel dummy ARA secara signifikan meningkatkan kemampuan penjelas model (R² = 0,290), menunjukkan bahwa batas harga regulasi secara aktif menekan dan mengaburkan hubungan sebenarnya antara tingkat permintaan dan pengembalian awal. Selain itu, selisih sebesar 11,61 poin persentase antara rata-rata return subsampel dan sampel penuh menyoroti adanya bias seleksi sistematis dalam pengungkapan oversubscription yang bersifat sukarela. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sentimen investor ritel yang ekstrem mendorong terjadinya underpricing pada era E-IPO, namun return yang dapat diobservasi sangat dibatasi oleh batas perdagangan institusional. Temuan ini merekomendasikan agar pembuat kebijakan mewajibkan pengungkapan metrik oversubscription untuk meningkatkan transparansi pasar primer.