Abstrak:
Pemda DKI Jakarta memang mempunyai Pola Kebijaksanaan Pokok yang dikenal dengan Rencana Induk DKI Jakarta 1985 - 2005, yang mencantumkan pokok - pokok permasalahan kota Jakarta serta rencana pokok untuk menanggulanginya dalam kurun waktu setiap 20 tahun yang dimulai dari tahun 1965;
Pengamatan lapangan menunjukan bahwa masih ada berbagai keluhan disebahagian masyarakat, khususnya dimasyarakat "kecil", Mereka melihat dan merasakan bahwa Rencana Kota yang ada tidak atau kurang berpihak kepada mereka.
Untuk mencari solusi guna mengatasi masalah tersebut maka terdapat 2 (dua) hal yang penting untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam rangka menterjemahkan pengambilan keputusan terhadap perencanaan perkotaan, yaitu :
1. Semakin besarnya jumlah penduduk kota Jakarta seiring dengan lajunya perkembangan teknologi akibat arus globalisasi yang menuntut perkembangan kota disatu pihak, dilain pihak mengakibatkan kecendrungan perubahan fungsi bagian kota yang mau tidak mau akan merubah struktur kota secara keseluruhan.
2. Pengambilan keputusan secara teknis yang sesuai aspirasi dengan harapan adanya keadilan disamping dipenuhinya kebutuhan dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan dibidang ketatakotaan.
Menanggapi adanya keluhan tersebut diatas penulis melakukan pengamatan terhadap dampak implementasi detail Rencana Kota dan fenomena yang terjadi dilapangan.
Kegagalan dapat terjadi karena asimetri informasi, serta ketidak pastian yang mengakibatkan ketidak tepatan pengambilan keputusan, alokasi antara waktu dan biaya penyesuaian.
Perpustakaan Digital ITB