digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Studi ini menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi adopsi model bisnis waralaba di kalangan pemilik properti sewa residensial di Indonesia. Dengan urbanisasi yang pesat dan meningkatnya permintaan terhadap properti sewa di kota-kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, para pemilik properti menghadapi tantangan dalam mengelola aset mereka secara efisien. Banyak properti ini berkinerja kurang optimal akibat praktik manajemen yang usang. Adopsi model bisnis waralaba menawarkan solusi potensial dengan menyediakan manajemen profesional, standarisasi operasional, dan peningkatan daya saing di pasar. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana empat faktor utama keuangan, operasional, pasar, dan regulasi mempengaruhi proses pengambilan keputusan pemilik properti dalam mempertimbangkan waralaba. Dengan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor keuangan dan pasar, seperti biaya investasi awal dan permintaan pasar, secara signifikan memengaruhi adopsi model waralaba. Faktor operasional dan regulasi juga memiliki peran penting, meskipun dalam tingkat yang lebih rendah. Temuan ini menyarankan bahwa meskipun model waralaba memiliki potensi untuk meningkatkan pasar properti sewa di Indonesia, para pemilik properti harus mempertimbangkan dengan cermat komitmen keuangan dan operasional yang dibutuhkan. Studi ini memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi pemilik properti, pewaralaba, dan pembuat kebijakan yang ingin mendorong industri properti sewa yang lebih kompetitif dan dinamis di Indonesia