Biosurfaktan merupakan senyawa aktif yang dihasilkan secara alami oleh mikroorganisme, memiliki struktur amfipatik yang terdiri dari bagian hidrofilik dan hidrofobik. Dalam metode peningkatan perolehan, biosurfaktan bekerja dengan mekanisme utama yaitu menurunkan tegangan antarmuka minyak-air dan mengubah wettability batuan dari oil-wet menjadi water-wet. Penelitian ini menggunakan biosurfaktan sophorolipid dan rhamnolipid yang memiliki keunggulan biodegradabilitas tinggi, toksisitas rendah, serta tetap stabil pada temperatur reservoir. Sophorolipid dari Candida bombicola menunjukkan struktur molekul kompleks dengan gugus sophorose, sedangkan rhamnolipid dari Pseudomonas aeruginosa memiliki struktur lebih sederhana dengan gugus rhamnose. Pengujian dilakukan pada batuan pasir Berea dengan variasi konsentrasi 0-0,5%b/b dan salinitas 10.000, 20.000, dan 30.000 ppm. Hasil pengujian menunjukkan sophorolipid mencapai penurunan tegangan antarmuka yaitu 0,83 mN/m pada 0,1%b/b sedangkan rhamnolipid mencapai penurunan tegangan antarmuka yang lebih signifikan yaitu 0,188 mN/m pada 0,05%b/b. Analisis sudut kontak juga menunjukkan kedua biosurfaktan mampu mengubah intermediate-wet menjadi lebih water-wet. Pada pengujian adsorpsi menunjukkan nilai lebih tinggi untuk sophorolipid yaitu 3,78-3,87 mg/g karena struktur molekul yang lebih kompleks. Uji imbibisi spontan dilakukan pada konsentrasi 0,5% untuk memastikan ketersediaan biosurfaktan aktif yang cukup dan meminimalkan pengaruh adsorpsi. Hasil imbibisi rhamnolipid menunjukkan peningkatan perolehan minyak dibandingkan salinitas, sejalan dengan penurunan sudut kontak yang menunjukkan perubahan wettability.
Perpustakaan Digital ITB