Pendidikan adalah hal yang dianggap penting bagi seluruh individu. Karena itu, banyak bimbingan belajar yang diklarikan untuk memenuhi permintaan masyarakat akan pendidikan yang lebih baik. Menjadi hal yang lumrah apabila orang tua memasukkan anak mereka ke bimbingan belajar selain menyekolahkan mereka. Namun kemudian muncul permasalahan, apa apa yang yang diharapkan orangtua dari sebuah bimbingan belajar? Faktor apa apa saja yang menjadi penentu orangtua untuk memasukkan anaknya kedalam salah satu bimbingan belajar? Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode Servqual (Parasuraman et al, 1998) yang mencakup 10 dimensi (tangible, keandalan, responsivitas, tungkat komunikasi, kredibilitas, keamanan, kompetensi, kesopanan, pengertian terhadap konsumen, danakses) untuk mengidentifikasi faktor yang menentukan keputusan orangtua dalam memilih bimbingan belajar. 120 kuesioner disebarkan kepada orangtua yang memasukkan anak-anak mereka ke dalam bimbingan belajar Ganesha Operation (CO) dan Sony Sugema College (SSC), dua bimbingan belajar yang paling dikenal di Bandung. Kuesioner tersebut dibuat berdasarkan 10 dimensi yang diturunkan menjadi 32 atribut yang mampu mempengaruhi keputusan orangtua. Hasil dari kuesioner tersebut kemudian dianalisis menggunakan perangkat Importance Performance Analysis yang kemudian diterjemahkan kedalam bentuk grafik yang menunjukkan pendapat orangtua akan atribut yang penting, serta menunjukkan persepsi umum orang tua mengenai kinerja bimbingan belajar tersebut.
Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa kedua bimbingan tersebut harus meningkatkan kinerja mereka. Untuk GO, atribut berikut: ketersediaan tempat parkir, kenyamanan ruang kelas, kebersihan lokasi, jumiah ruang kelas yang mencukupi, kelayakan bangunan, variasi pelayanan, ketepatan waktu pelajaran, ketersediaan guru bantu di luar jam pelajaran, kejelasan biaya yang dibayarkan, kesesuaian nilai antara uang yang dibayar dan hasil yang didapat, respon untuk melayani konsumen, kejelasan prosedur pelayanan, dan ketersediaan situs internet yang baik, adalah atribut yang harus diperbaiki oleh GO untuk memenuhi harapan konsumen mereka. Sementara untuk SSC, atribut berikut: ketersediaan tempat parkir, kenyamanan ruang kelas, kebersihan lokasi, jumlah ruang kelas yang mencukupi, kelayakan bangunan, variasi pelayanan, ketepatan waktu pelajaran, ketersediaan guru bantu di luar jam pelajaran, kejelasan biaya yang dibayarkan, kesesuaian nilai antara uang yang dibayar dan hasil yang didapat, citra bimbingan belajar, serta citra guru dan staff lainnya, adalah atribut yang harus mereka tingkatkan agar konsumen puas dengan layanan yang mereka berikan.
Rekomendasi yang diberikan kepada bimbingan belajar adalah untuk memperbaiki dimensi tangibel dan dimensi keandalan mereka karena kedua bimbingan belajar tidak mampu memuaskan konsumen mereka. Kemudian GO sudah seharusnya meningkatkan responsivitas dan komunikasi mereka terhadap konsumen mereka, sementara SSC wajib memperbaiki dimensi kredibilitas mereka karena konsumen mereka menginginkan SSC memiliki kredibilitas yang lebih baik Keywords: Tutorial institution (bimbel), ServQual, Importance Performance analysis.
Perpustakaan Digital ITB