digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pelayanan kefarmasian merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan yang berperan dalam menjamin penggunaan obat yang aman dan efektif serta meningkatkan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan dan mengidentifikasi kebutuhan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di Klinik BMG ITB. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian adalah 95 pasien Klinik BMG ITB yang menerima pelayanan kefarmasian. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri atas dua bagian, yaitu kuesioner kepuasan berbasis model Service Quality (SERVQUAL) yang mencakup lima dimensi kualitas pelayanan (bukti terukur, keandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati), serta kuesioner kebutuhan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas konten dan bahasa, uji validitas konstruk menggunakan korelasi Spearman, serta uji ?±?ð ­ð?ð? ??±?ãã?? ÿ ????????­ ®í?????!??í ????!? ?ð?ð?ÿ±?? ? ?ÿ?????±?¸ð? ÿ?ÿ ??±?ãã?? kan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA), sedangkan analisis kebutuhan konsumen dilakukan secara deskriptif berdasarkan distribusi nilai responden. Hasil penelitian menunjukkan nilai CSI sebesar 90,47% yang termasuk dalam kategori sangat puas. Meskipun demikian, hasil analisis IPA menunjukkan adanya beberapa atribut pelayanan pada dimensi keandalan yang berada pada kuadran prioritas perbaikan. Hasil analisis kebutuhan konsumen menunjukkan bahwa konsumen membutuhkan peningkatan pada aspek ketersediaan obat, kemudahan akses dan alur pelayanan kefarmasian, serta kejelasan penyampaian informasi obat. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelayanan kefarmasian di Klinik BMG ITB telah memberikan tingkat kepuasan yang sangat tinggi, namun masih diperlukan perbaikan dan pengembangan pelayanan berdasarkan kebutuhan konsumen untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan kefarmasian secara berkelanjutan.