Sejauh ini, pertumbuhan ekonomi di Indonesia ikut serta dipengaruhi oleh banyaknya bisinis yang beraktivitas di Indonesia sendiri. Kesuksesan bisnis yang ada di Indonesia salah satunya didukung oleh nilai, visi dan misi yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan tersebut yang mana membentuk budaya di dalam perusahaan sebagai sebuah fondasi dalam menjalankan bisnis. Selain itu, pertumbuhan ekonomi di Indonesia juga dipengaruhi oleh Badan Usaha milik Negara (BUMN) yang menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Salah satu BUMN adalah PERTAMINA Eksplorasi Produksi (PEP) yang mana merupakan anak perusahaan dari PERTAMINA (Persero). Usaha PEP bergerak di bidang minyak dan gas bumi. Sebagai perusahaan besar di Indonesia, PEP harus di dukung oleh visi, misi dan nilai yang di interpretasikan sebagai budaya perusahaan. Interpretasi tersebut harus berdasarkan bisnis etik PEP. Untuk mengetahui eksistensi budaya perusahaan di PEP, maka penelitian digunakan untuk mengetahui desain budaya, kondisi budaya perusahaan saat ini sertaketerlibatan management di dalam perusahaan berkaitan dengan budaya perusahaan.
Dari hasil penemuan, ada beberapa hasil yang menunjukan eksistensi budaya PEP yang mana implementasi budaya perusahaan oleh kebanyakan pegawai sudah dengan cara yang sesuai. Dari hasil temuan, ada empat factor analisis baru yang menggambarkan 3value yang dimiliki PEP. Variabel yang ada di dalam factor tersebut berasal dari Etika Kerja dan Bisnis yang dibuat oleh PEP. Selain itu, dari kuesioner juga menun an Ifaktor yang paling dipahami oleh karyawan, yaitu commercial branding. Di dalam commercial branding ada tiga variable yaitu Corporate Social Responsibility, Prohibit misapplication of psychotropic dan Competitiveness. Sedangkan factor yang paling kurang dimengerti dan di pahami oleh karyawan adalah Corporate Confidentiality yang mana memiliki tiga variable yaitu Intellectual Property, Confidentiality of Data and Information dan Management record. Dari tiga variable, yang paling kurang dipahami khususnya pada variable management record. Meskipun faktor tersebut adalah yangpaling kurang dimengerti, namun bukan berarti skala pemahamannya di bawah ekspektasi perusahaan. Internalisasi budaya perusahaan tidak bisa dilakukan dengan cepat, tapi membutuhkan proses, dan perkembangan proses tersebut menunjukan hasil yang bagus.
Perusahaan harus segera mengambil tindakan untuk menghindari masalah yang lebih besar karena tidak menjalankan management record dengan baik. Meskipun saat ini tidak ada masalah yang berarti terkait dengan management record, namun mungkin nantinya akan ada masalah yang lebih besar di masa yang akan datang akibat karyawan menyepelekan hal tersebut. Salah satu program yang mereka buat adalah dengan cara komite Etika Kerja dan Bisnis (EKB) yang mana mengumpulkan perwakilan management dari setiap divisi untuk menjadi sukarelawan sebagai agen perubahan. Agen perubahan juga memiliki peran sebagai pemimpin. Terkait dengan hasil penelitian, untuk meemperbaiki kelemahan management record, keseluruhan agen perubahan harus ikut serta ditingkatkan kualitas mereka dengan pelatihan dari management, karena mereka juga punya posisi yang bisa mempengarui bawahan mereka untuk menjalankan management record sesuai harapan perusahaan.
Kata Kunci: Budaya Perusahaan, PERTAMINA EP, Faktor Analisis, Etika Kerja dan Bisnis.
Perpustakaan Digital ITB